Sekretaris Kota Bengkulu Marjon

BENGKULU, PB – Ini peringatan keras bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat politik praktis selama pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwakot) 2018.

Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Marjon mengecam akan menjatuhkan sanksi tegas bagi ASN yang terbukti terlibat ikut berpolitik selama Pilwakot nanti.

Apalagi jika terbukti terang-terangan ikut menjadi Tim Sukses (Timses) salah satu Kandidat Walikota dan Wakil Walikota.

“Sudah ada aturan tentang kehidupan berpolitik bagi ASN. Salah satunya yaitu tidak boleh menjadi tim sukses calon,” ujar Marjon, Kamis (8/2).

Dilanjutkan Marjon, sanksi yang akan dijatuhkan beragam. Mulai dari sanksi ringan, sedang hingga keras sesuai dengan tingkat pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh ASN. Soal sanksi tersebut tertera jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53.

“Yang melakukan pelanggaran kode etik selain dikenakan sanksi moral, dapat dikenakan tindakan administratif sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Marjon.

Sementara, sambung Marjon, ASN dituntut untuk bersikap netral tersebut diatur dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Bab II Asas, Prinsip, Nilai Dasar, serta Kode Etik dan Kode Perilaku, pasal 2 poin f yakni ‘netralitas’.

“Bahkan kalau itu suami/istri ikut mencalon, dia dapat melakukan cuti diluar tanggungan Negara,” ujar Marjon. [Nadia Tri Hidayati]