Kru Film ‘Gading’ saat berada di Lembaga Sensor Film RI di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Diproduseri Riri Damayanti, Film ‘Gading’ Lulus Sensor

JAKARTA, PB – Untuk pertama dari Bengkulu, sineas muda yang tergabung dalam Rafflesia Motion memasukkan karya mereka, film ‘Gading’, ke Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia (RI), Selasa (13/2/2018).

Tenaga Sensor LSF RI, Ira Diana, mengatakan, sebagai karya pertama yang masuk ke lembaganya dari Bengkulu, film yang diproduseri Riri Damayanti John Latief ini cukup mengejutkan.

“Karena biasanya selama ini yang masuk dari┬áMakasar, Yogyakarta, Bandung, Sumatera Selatan, Medan dan sebagainya. Ini perlu diapresiasi. Untuk garapan awal tidak bisa dikatakan jelek. Justru ini adalah usaha yang luar biasa dari anak muda Bengkulu. Beberapa scene menampilkan panorama alam Bengkulu menjadi nilai tambah film ini,” kata Ira kepada Pedoman Bengkulu.

Ira menjelaskan, beberapa film yang masuk LSF RI kadang ada yang mesti direvisi karena bertentangan dengan peraturan dan Undang-undang.

“Gading lulus tanpa catatan, kan bagus. Artinya sineasnya sudah paham dan sudah melaksanakan sensor mandiri untuk materi filmnya sendiri sehingga kelak bisa diterima masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Sutradara ‘Gading’, Sofian, mengatakan, film ini mendapatkan rate untuk penonton 13+ atau untuk usia 13 ke atas.

“Semoga dengan kehadiran film ‘Gading’ di bioskop akan lebih meningkat kan gairah perfilman Bengkulu dan lebih banyak konten konten lokal Bengkulu yang ditampilkan sehingga Bengkulu bisa lebih dikenal lagi lewat film,” kata Sofian. [Rudi Nurdiansyah]