Suasana SMA Negeri 7 Bengkulu tampak sepi dari aktifitas belajar mengajar, Kamis (8/2/2018).

BENGKULU, PB – Tragedi pembunuhan almarhumah Auzia Umi Detra tampaknya memberikan dampak psikologis kepada rekan-rekan sekolahnya.

Pasalnya, terhitung sejak Rabu malam (7/2) hingga Kamis pagi (8/2) beredar isu di media sosial akan ada aksi penyerangan yang akan dilakukan murid-murid SMA Negeri 4 Bengkulu terhadap murid SMA N 7 Kota Bengkulu sebagai wujud aksi keprihatinan rekan-rekan almarhumah.

Isu tersebut, ditanggapi oleh Dewan Guru SMA Negeri 7 Bengkulu yang spontan meliburkan siswanya dari kegiatan belajar, Kamis (8/2).

Pantauan jurnalis, di lokasi SMA Negeri 7 Bengkulu tampak sangat sepi dari aktifitas siswa dan siswi.

Hingga pukul 08.00 WIB, tak satupun siswa dan siswi terlihat di dalam maupun luar komplek SMAN 7 Kota Bengkulu.

Para guru tampak berdiri di depan gerbang sekolah.

Tampak sejumlah guru terlihat berkumpul di jalan masuk dan depan gerbang sekolah. Termasuk, belasan anggota kepolisian yang terlihat berjaga dan memantau lokasi sekitar sekolah.

“Saya juga belum tahu. Bapak Kepsek (Kepala Sekolah) belum datang. Entah diliburkan atau gimana. Soal kebijakan langsung saja tanya sama Kepsek,” ujar salah satu guru yang enggan menyebutkan namanya di sekolah tersebut.

Sayangnya, hingga berita ini dilansir, Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Bengkulu, Sarjono, tak kunjung datang ke lokasi sekolah. [Deni Dwi Cahya]