BENGKULU SELATAN, PB – Nelayan Pasar Bawah membangun penambatan perahu secara swadaya. Ini sebagai bentuk protes sekaligus sindiran terhadap pemerintah yang terkesan ‘ingkar janji’ membangun pemecah gelombang (breakwater) di Pantai Pasar Bawah.

Bukan hanya dengan pemerintah pusat, nelayan juga kecewa akan janji kampanye Dirwan-Gusnan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KUBE Nelayan Sekundang Setungguan, Aliman Efendi.

“Dulu pernah kami usulkan ke Balai. Saya bersama Pak Gusnan pernah ke Balai. Mereka pastikan pemecah ombak akan dibangun tahun 2017. Oktober 2017 saya kembali mempertanyakan ke balai. Namun mereka bilang kurang syarat, karena belum ada AMDAL,” jelas Aliman Efendi kepada Pedoman Bengkulu, Selasa (6/2/2018).

Aliman mengaku pernah mempertanyakan AMDAL ke Pemkab Bengkulu Selatan, namun Pemkab beralasan bahwa pelabuhan akan dibangun di Pino Raya.

Dirinya tidak membantah terkait janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Dirwan Mahmud-Gusnan Mulyadi yang akan membangun pemecah ombak di Pasar Bawah.

“Kami sudah empat hari mulai bekerja bikin penambatan perahu. Kita bikin pematang dengan lebar 10 meter dengan rencana panjang sekitar 150 Meter. Materialnya diambil dari muara inilah. Alat beratnya kita pinjam dari Dinas Perikanan. Kita beli minyak dan upah operator,” beber Aliman Efendi.

Sambung Aliman Efendi, kondisi muara tempat penambatan perahu di Pasar Bawah yang terus mengalami pendangkalan mengakibatkan nelayan kesulitan keluar masuk perahu.

“Kami berangkat dari rumah jam 5.00 Subuh baru keluar muara jam 7.00 pagi.

Ini juga membuat biaya beli minyak membengkak. Ini yang mendorong kami swadaya bikin penambatan perahu ini,” jelas Aliman diamini oleh rekannya sesama nelayan, Nedi dan Ijul.

Dengan dibangunnya penambatan perahu secara swadaya ini, nelayan berharap Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat tergugah untuk membangun pemecah gelombang (Breakwater) di Pasar Bawah. [Apdian Utama]