Senator Riri Damayanti John Latief berfoto bersama warga usai menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Tanjung Alam, Sabtu (10/2/2018).

KEPAHIANG, PB – Anggota Komite III DPD RI Riri Damayanti John Latief menggelar Sosialisasi 4 pilar MPR-RI di Desa Tanjung Alam dalam rangka memperkuat perspektif masyarakat setempat akan persatuan dan keberagaman Indonesia.

Mengambil tempat di Gedung Sanggar Seni Desa Tanjung Alam, Riri mengingatkan betapa nilai-nilai persatuan dan keberagaman Indonesia tersebut menghadapi ancaman serius sejak reformasi bergulir.

“Di media sosial kita akan mudah sekali melihat adanya oknum-oknum yang gemar ribut hanya karena hal-hal sepele. Ada yang saling menista, mencaci dan seterusnya. Padahal sebagai Indonesia, kita adalah satu keluarga besar,” kata Riri.

Riri saat melakukan pemaparan

Riri juga menekankan pentingnya perbaikan sistem agar iklim kehidupan sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan di Indonesia dapat semakin membaik dan mendatangkan kebahagiaan bagi seluruh rakyat.

“Saya sendiri di DPD RI terus memperbaiki Undang-Undang yang tidak menguntungkan bagi guru, pekerja, perkembangan dunia olahraga dan lain-lain agar menjadi menguntungkan. Berbagai Undang-Undang juga digagas DPD RI untuk membawa negeri ini makmur dan sejahtera,” paparnya.

Riri tak menampik bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan yang kompleks seperti masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan. Karenanya menurut Riri, upaya untuk membangun karakter bangsa ini melalui 4 Pilar Kebangsaan akan terus berlanjut sepanjang zaman.

“Agar semua problem bangsa ini selesai, pilar-pilar kebangsaan kita ini harus diimplementasikan dengan benar. Agar kita jadi negara yang adil dan makmur. Korupsi pun bisa kita berantas dengan implementasi 4 pilar kebangsaan secara sungguh-sungguh,” demikian Riri.

Peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi ini

Sebanyak 150 peserta hadir dalam sosialisasi ini. Dalam acara ini, berbagai tokoh masyarakat setempat mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta aspirasinya kepada Senatpr termuda Indonesia itu. [Gayatri Sukarti]