Korban Lakalantas dievakuasi

BENGKULU UTARA, PB – Warga Desa Tebing Kaning Kecamatan Arma Jaya, Selasa malam (13/2) sekitar pukul 22.30 WIB mendadak heboh. Pasalnya, di jalan lintas setempat terjadi penodongan berujung kematian kedua pelaku yang hingga saat ini statusnya masih belum diketahui.

Ironisnya, kedua pelaku penodongan yang menunggangi kendaraan roda dua jenis Yamaha RX King ini tewas akibat kecelakaan tunggal saat dikejar puluhan warga setempat usai melakukan penodongan terhadap dua Sejoli warga setempat.

Edi Warman (49), Saksi mata kejadian kepada Pedoman Bengkulu menceritakan, peristiwa bermula saat korban bersama pacarnya melintas tak jauh dari rumah makan miliknya.

Tepat di kawasan persawangan kemumu yang berada di jalan lintas Kemumu–Kota Argamakmur, Korban tiba–tiba dihentikan oleh kedua pelaku. Kepada korban, pelaku memaksa meminta handphone dan dompet milik Korban.

Lantaran takut, korban yang saat itu sedang bersama pacarnya langsung menuruti permintaan pelaku. Usai merampas ponsel dan dompet Korban, kedua pelaku langsung kabur melaju kencang menggunakan motor King kearah Kota Argamakmur.

“Awalnya saya tidak tahu kejadian penodongan itu. Saat saya sedang beres – beres di dalam rumah makan milik saya, tiba – tiba korban dan pacarnya datang menghampiri saya dan meminta tolong kepada saya karena sudah di todong. Saya langsung spontan mengajak warga setempat melakukan pengejaran. Tidak lama, kami berhasil menyusul motor rampok itu.Tiba–tiba saja, motor perampok itu out control dan jatuh masuk ke dalam aliran drainaser tepi jalan. Saat kami hampiri, kedua perampok itu ternyata sudah tidak bernyawa lagi. Kami akhirnya memutuskan untuk menghubungi polisi,” ujar Edi Warman.

Berdasarkan pantauan Jurnalis dilapangan, hingga berita ini dilansir belum ada satupun pihak berwenang yang mau memberikan keterangan.

Polisi hingga saat ini masih melakukan identifikasi terhadap identitas korban penodongan dan kedua pelaku perampokan. [Evi Kusnandar]