BURSA Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pengembangan pasar modal di seluruh Indonesia. Salah satu caranya adalah melalui pendirian Galeri Investasi (GI) BEI di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

Galeri investasi ini merupakan kerjasama tiga pihak antara BEI, UMB dan Phintraco Sekuritas yang bertujuan untuk mengenalkan Pasar Modal sejak dini dalam dunia akademiai. Galeri Investasi BEI di UMB ini merupakan galeri investasi yang ke 349 di seluruh Indonesia dan merupakan yang keenam di Provinsi Bengkulu.

Galeri Investasi BEI di UMB ini digelar di Kampus IV UMB dan dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Yan Syafri, Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia, Djoko Saptono, dan Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas Jeffrey Hendrik, Selasa (20/03/2018).

Sementara itu dalam sambutannya pada acara ini, Kepala Kantor Perwakilan OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri, menyampaikan, pendirian GI BEI di UMB juga bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan investasi di pasar modal kepada mahasiswa, pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi dan masyarakat di Kota Bengkulu.

Selain itu, lanjutnya, pendirian GI ini juga didasarkan pada masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi tentang produk investasi yang legal di masyarakat yang menyebabkan produk-produk investasi ilegal atau bodong masih kerap beredar dan memakan korban.

“Semoga dengan hadirnya GI ini kedepannya akan dilakukan sosialisasi dan edukasi secara kontinyu sehingga dapat menekan peredaran investasi bodong kepada masyarakat,” ungkap Yan Syafri, Selasa (20/03/2018).

Lebih lanjut dijelaskannya, sampai dengan akhir Februari 2018 jumlah investor pasar modal di Provinsi Bengkulu telah mencapai 2,347 dengan single investor identification (SID) 2,183. Angka ini tumbuh 100 persen jika dibandingkan dengan jumlah investor pada tahun sebelumnya.

“Melalui pendirian GI BEI di UMB diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor, serta mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi jangka panjang. Potensi pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Kota Bengkulu dan kota kota di sekitarnya kedepannya akan cukup besar seiring dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu,” tutup Yan Syafri.

Sementara itu, Rektor UMB, Dr H Ahmad Dasan SH MA saat dimintai keterangan oleh media mengatakan bahwa pihaknya menyambut dengan sangat antusias kehadiran GI BEI di UMB. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BEI kepada UMB.

“Semoga dengan didirikannya GI BEI ini mampu menjadikan UMB sebagai kampus yang mampu ikut berperan serta dalam membangun perekonomian di Provinsi Bengkulu serta kita targetkan 50 persen mahasiswa UMB akan berpartisipasi menghiasi pasar modal BEI untuk berinvestasi,” ungkap Ahmad Dasan.

Berdasarkan pantauan Pedoman Bengkulu, selain peresmian galeri investasi, kegiatan ini dilanjutkan dengan seminar terkait pasar modal. Seminar itu dihadiri oleh 300 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa dari UMB dan berbagai Universitas lainnya, serta selain melakukan pemotongan pita, penandatanganan kerjasama acara peresmian GI BEI di UMB ini juga melakukan penyerahan cinderamata baik dari BEI, UMB maupun Phintraco Securitas. [Nurhas Bunaida]