Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Galuh Bastoro Aji

REJANG LEBONG, PB – Berkas perkara dugaan praktek Pungutan Liar (Pungli) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Rejang Lebong, yang menyeret dua orang ASN bernama Safuan selaku Kepala BPKD dan Ropen selaku Bendahara Rutin di Sekretariat Pemkab Rejang Lebong akhirnya dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Rejang Lebong.

Proses pemberkasan kedua tersangka ini pun berjalan cukup panjang. Karena, sejak pelimpahan berkas pertama kali di bulan Januari 2018 dari penyidik Polres Rejang Lebong ke pihak Kejaksaan negeri Rejang Lebong, Tak kurang sudah 4 kali berkas perkara ini mondar-mandir lantaran pihak Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Rejang Lebong menyatakan berkas perkara yang disajikan penyidik Polres Rejang Lebong masih belum lengkap dan harus dikembalikan untuk dilengkapi.

“Setelah kita teliti, berkas perkara safuan dan ropen kita nyatakan sudah lengkap atau P21,” singkat Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Galuh Bastoro Aji, yang ditemui Pedoman Bengkulu diruang kerjanya, Selasa (06/02/2018).

Disisi lain, berkas perkara Safuan dan Ropen disajikan secara terpisah, mengingat tupoksi keduanya di instansi masing-masing.

“Untuk berkas perkara pungli, kedua tersangka ini terbagi dalam 2 berkas perkara terpisah,” tegas Galuh.

Usai dinyatakan lengkap atau P21, Penyidik Tipikor Polres Rejang Lebong bakal melakukan pelimpahan tahap II yang diagendakan pada Kamis (08/03/2018) mendatang, untuk kemudian dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri Rejang Lebong. [Benny Septiadi]