Danau Picung

DANAU Picung dahulunya merupakan bekas galian orang-orang Belanda dan sebagai tempat untuk memutar kincir pengolahan emas. Bekas galian inilah yang kemudian mengeluarkan mata air dan terus menerus sehingga kini bekas galian tersebut dikenal dengan nama Danau Picung.

Danau ini pula menyimpan banyak kisah sejarah yang bercerita tentang awal mula munculnya kabupaten Lebong yang kini menjadi daerah tertua yang memiliki potensi kekayaan alam berupa tambang emas.

Menurut beberapa sumber, dulunya danau ini menempati luas area seluas kurang lebih 500 Ha. Namun kini, seiring dengan berjalannya waktu dan telah terjadi beberapa penyusutan area di danau ini sehingga saat ini hanya tersisa 200 Ha.

Nah, bagi pengunjung yang merencanakan liburan akhir pekan, Danau Picung sangat tepat dijadikan destinasi liburan. Pasalnya Danau Picung juga telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang berguna untuk kenyaman para pengunjung. Di kawasan ini juga telah dibuat beberapa pondok-pondok untuk tempat bersantai dan beristirahat sejak sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Pondok-pondokan tersebut juga dibuat dengan tema tradisional, dibangun dengan bahan alam seperti bambu dan beratapkan jerami. Selain pondokan juga terdapat perahu yang dapat digunakan untuk berkeliling danau dengan harga yang cukup terjangkau. Tidak hanya itu saja di danau ini juga terdapat beberapa kios-kios yang menjual berbagai jenis makanan serta minuman.

Bagi pengunjung yang hanya ingin menenangkan diri, Danau Picung juga jadi tempat yang tepat. Asal jangan nekat nyemplung saja, soalnya suasana di Danau Picung sangat tenang terlebih lagi dengan riak-riak danau yang tertiup angin sangat meneduhkan pandangan. Tak sedikit pengunjung yang mengatakan bahwa Danau Picung cocok sebagai tempat menenangkan diri dari kegalauan perasaan.

Tak hanya akan menyaksikan keindahan yang disajikan dengan duduk-duduk santai saja, namun disini juga dapat melakukan aktivitas lain yaitu dengan melakukan outbond. Para pengunjung juga sangat tertarik untuk mengunjungi danau ini saat sore hari dimana saat matahari akan terbenam. Tidak hanya dapat menyaksikan sunset, di danau ini juga ada satu momen indah yang cukup banyak dinantikan juga oleh para pengunjung yaitu saat matahari baru akan mulai menampakkan diri.

Tiket masuk ke Danau Picung hanya berkisar Rp5.000 per sepeda motor hingga Rp10.000 permobil. Sedangkan, untuk naik perahu maupun bebek bisa dinikmati dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15.000 – hingga Rp25 .000 per orang.

Danau ini berada disebelah utara dari ibukota Muara Aman dan berjarak kurang lebih sekitar 5 km. Akses untuk menuju ke lokasi ini juga terbilang cukup mudah namun perjalanannya juga terbilang cukup lama.

Bagi pengunjung yang memulai perjalanan dari Ibukota Provinsi Bengkulu akan memerlukan waktu perjalan sekitar 4-5 jam (lewat Curup). Sedangkan yang melakukan perjalanan darat lewat Bengkulu Utara akan menempuh perjalanan sekitar 3-4 jam. [Eva De]