Apel pagi bersama antara Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun di Aula Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Jumat (2/3).

BENGKULU, PB – Ratusan Aparatur Negeri (ASN) jajaran Pemerintah Kota Bengkulu belakangan mulai kembali diresahkan oeh isu pelaksanaan Mutasi yang infonya akan digelar dalam waktu dekat ini oleh pejabat Walikota Bengkulu, Budiman Ismaun.

Bahkan, tak jarang akibat beredarnya isu mutasi ini membuat sejumlah ASN jarang ngantor hingga kasak kusuk mencari info kebenaran rumor miring di lingkungan Pemerintahan Kota Bengkulu tersebut.

Kondisi ini dinilai wajar terjadi mengingat tingginya traumatis kalangan ASN pasca terjadinya sejumlah Mutasi yang digelar oleh Pemerintah Kota Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Seperti halnya persoalan pro dan kontra atas peristiwa pembatalan mutasi terhadap 52 orang Pejabat Kota Bengkulu beberapa waktu lalu oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Februari lalu.

Belum lagi ditambah dengan aksi penolakan oleh salah satu pejabat Provinsi Bengkulu yang terang terangan menolak dilantik oleh Plt Gubernur Bengkulu dan lebih memilih untuk kembali ke kota Metropolitan Jakarta sebagai wujud aksi penolakan sang pejabat beberapa waktu lalu.

Terkait kencangnya isu mutasi tersebut beredar dikalangan ASN maupun awak media Kota Bengkulu, Pejabat Walikota Bengkulu, Budiman Ismaun usai pelaksanaan Apel pagi bersama Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Jumat (2/3), meminta agar ASN tidak justru resah menanggapi isu mutasi tersebut.

Terlebih lagi, saat ini merupakan momen tahun pesta demokrasi yang kental dengan nuansa politis menjelang pelaksanaan Pemilihan Walikota Bengkulu Juni 2018 mendatang.

“Saya pastikan, tidak akan ada mutasi lagi,” singkat Budiman.

ASN, diminta agar tetap fokus menjalankan tugas keseharian melaksanakan pelayanan kepada Masyarakat secara maksimal.

“Jangan mudah terpengaruh isu-isu tersebut. Jalankan tugas dengan baik, sehingga pengoptimalan pembangunan Kota Bengkulu tercapai secara maksimal,” tegas Budiman. [Nadia/Advetorial]