Tim Kuasa Hukum Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu nomor urut tiga, Helmi-Dedy, mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu, Kamis (8/3).

BENGKULU, PB – Usai melapor ke Polda Bengkulu, Rabu (7/3) lalu, tim Kuasa Hukum (Timhum) Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu nomor urut tiga kembali mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu, Kamis (8/3) melaporkan hal yang sama.

Hanya saja, kali ini Timhum lebih menekankan adanya dugaan penistaan agama dalam konten gambar perempuan berpakaian minim mengacungkan jari 3 yang bertuliskan InsyaAllah Helmi-dedy yang tersebar luas di sejumlah sarana media sosial (medsos).

“Betul. Tadi kami menemui langsung ketua MUI Kota Bengkulu, Bapak Zul Effendi untuk menyampaikan laporan soal konten yang sama. Hanya saja, kali ini kami lebih menekankan adanya dugaan penodaan agama sesuai sengan PNPS nomor 1 tahun 1965,” ujar Ketua Timhum Paslon Helmi-Dedy, Agustam Rachman usai melapor.

Dijelaskan Agustam, dalam gambar tersebut terlihat ada dua perempuan yang berpakaian mini, bahkan 80 persen auratnya terbuka dan disertai tulisan kata Insya Allah dibawah gambar tersebut.

“Tulisan itukan berasal dari kitab suci, kalau gak salah coba lihat di kitab suci. Jadi inikan bisa menimbulkan ketersinggungan kalau masyarakat tidak segera diberi penjelasan. Inikan sangat tidak pantas dengan membuat konten seperti ini. Makanya saya katakan ini pelecehan, masa iya secara sembrono kata Insya Allah ditempat perempuan yang berpakaian terbuka,” jelas Agustam.

Untuk itu, Agustam sangat berharap agar hal ini segera ditindaklanjuti oleh MUI Kota Bengkulu.

“Harapan kami, MUI kota bengkulu dapat memberikan himbauan dan langkah-langkah supaya dalam pilwakot ini masyarakat taat hukum, taat norma dam taat aturan. Jangan menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Mari kita jaga kerukunan masyarakat bersama-sama,” ujar Agustam.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Bengkulu, Zul Effendi dikonfirmasi tak membantah adanya laporan tersebut. Dijelaskan Zul, dengan adanya laporan dari timhum Helmi-Dedi tersebut, menambah bahan untuk pihak MUI guna mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar Pilkada serentak yang akan dijalankan di Kota Bengkulu ini berjalan dengan damai.

“Sebenarnya MUI Kota saat ini memang sedang membahas rumusan himbauan itu sebagai bagian dari partisipasi dalam Pilkada ini. Kebetulan, ada laporan Timhum tadi maka lengkap dasar kita untuk segera membuat himbauan ini. Rencananya, himbauan itu nantinya akan disebar luaskan ke seluruh masyarakat semua kalangan,” tegas Zul Effendi. [Ifan Salianto]