Kasubid Ketahanan Ekonomi, Sosbud dan Kepercayaan Kesbangpol Bengkulu Selatan, Jaya Marijon

BENGKULU SELATAN, PB – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dibentuk hingga ke tingkat kecamatan. Namun disayangkan Timpora ini tidak didukung dengan anggaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubid Ketahanan Ekonomi, Sosbud dan Kepercayaan Kesbangpol Bengkulu Selatan, Jaya Marijon.

“Timpora ini dibentuk oleh Provinsi, di Kabupaten ini Timpora terdiri dari Kesbangpol, Polres dan Kodim. Mulai tahun 2018 ini dibentuk hingga Kecamatan. Namun sayang tidak didukung dengan anggaran,” jelas Jaya Marijon, Selasa (27/3/2018).

Akibat tidak adanya anggaran ini, menurutnya berakibat tidak ada kegiatan Timpora. Bahkan jika ada kasus yang mesti ditangani, Timpora mengalami kesulitan.

“Contohnya pada tahun lalu, ada WNA asal China yang masuk Bengkulu Selatan. Kita terpaksa menghubungi Timpora Provinsi, karena kami sulit bergerak. Penyebabnya karena tidak anggaran. Timpora dibentuk hingga kecamatan, SK dari Provinsi, namun tidak ada anggaran,” sampai Jaya.

Saat ini, sampai Marijon, pihaknya tengah mengkaji penganggaran untuk kegiatan Timpora. Apakah memungkinkan atau tidak.

“Kalau tahun lalu Kaur menganggarkan, tahun ini Kabupaten Lebong yang menganggarkan. Memang diakui, Kabupaten Bengkulu Selatan tidak ada orang asing, kita sudah Tanya ke Nakertrans, untuk pekerja asing juga tidak ada. Namun di sisi lain juga perlu antisipasi,” jelas Jaya Marijon.

Untuk itu, dirinya berharap ke depannya ada perhatian pemerintah terhadap keberadaan Timpora. [Apdian Utama]