Sejumlah nelayan tradisional di Kelurahan Malabero tampak berjaga-jaga ditepi laut setelah menerima informasi akan adanya penyerangan terhadap mereka, Sabtu (10/3/2018).

BENGKULU, PB – Ratusan warga Kampung Nelayan Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara, Sabtu (10/3) kembali angkat senjata menyiagakan diri.

Ini lantaran belasan kapal nelayan trawl terlihat berada disekitaran laut pantai kelurahan Malabero.

Kondisi kembali kondusif setelah 1 unit kapal laut Lanal Bengkulu dan 2 unit Kapal Polairud Polda Bengkulu serta sejumlah kapal speed boot mendatangi dan menghalau belasan kapal nelayan trawl meminta agar tidak beraktifitas di lautan dan kembali ke Dermaga Pulau Baai.

“Benar. Kalau keterangan dari aparat mereka hanya memancing. Tetapi, kalau laporan dari nelayan kami yang melaut pagi tadi ada sekitar 40 kapal yang melaut dan mereka sempat mengejar kapal nelayan kami hingga terpaksa menepi di pulau. Tidak jelas tujuannya apa. Itulah kami warga lebih baik waspada saja,” ujar Ujang Joker, salah satu Ketua Nelayan Malabero.

Diakui Ujang, warga memang sempat bersiaga di darat lantaran sejumlah kapal trawl jaraknya sudah sangat dekat dengan tepi pantai kampung nelayan Malabero.

“Setelah kami melapor ke aparat dan ditindaklanjuti dengan penghalauan kapal trawl masuk ke wilayah kami tadi, barulah warga tenang. Tetapi, saya tekankan, kami akan tetap berkomitmen menjaga situasi kampung nelayan kami ini tetap kondusif dan tidak terpancing, selama tidak ada hal hal yang kami nilai sudah kelewatan,” tegas Ujang.

Pantauan Pedoman Bengkulu, hingga pukul 14.30 WIB, Sabtu (10/3), masih terlihat kapal Lanal Bengkulu melakukan penghalauan kapal nelayan trawl di lautan dibantu dengan kapal Polairud Polda Bengkulu.

Selain itu, puluhan polisi dan anggota TNI masih berjaga-jaga di sekitaran kampung nelayan Malabero Bengkulu. [Ifan Salianto]