Karya : Herman Suryadi

Pecah sudah impian agung yang sukar ditakar menjangkau pelangi merindu hingga ke akar

Bersama embusan angin malam
dan debur ombak Pantai Panjang
Putri Gading Cempaka kami ulang
kisah dan gerbangmu yang telah punah oleh zaman dan kami tukar di layar lebar sebagai muara karya anak negeri peduli tanah kelahirannya yang kaya akan seni dan budaya

Malam itu meski prasasti berganti dari gerbang yang dulu tertulis namamu tapi wujudmu wahai putri Tuan Ratu Agung kami padukan antara legenda dan mitos liar di rimba tafsir hadir di tempat yang sama beda era mengeja wajah cantikmu duhai Gading

Wahai Gading …
Kami bisa saksikan sunting dan anting di rambutmu terurai kami saksikan selendang kuning meliuk-liuk ditiup angin pantai panjang kami ikuti irama romantis cintamu yang tenggelam di dasar laut kami saksikan denting pedang dan darah merah siram bumi mengantarkan hijrahmu ke Gunung Bungkuk

Lewat legendamu yang kami tulis
di buku cerita ada cinta anak manusia hingga kauhadir di gedung teater Bencoolen dua puluh satu menyatukan tangan terampil cerdas dalam pikir putra Bengkulu

Bengkulu, 8 Maret 2018