Dua tersangka berinisial BY dan MK yang diamankan petugas 14 Maret 2018 lalu di kawasan Pasar Minggu Kelurahan Teluk Segara

BENGKULU, PB – Kinerja Polres Kota Bengkulu dan jajarannya patut diacungkan jempol. Pasalnya, hanya dalam tempo dua hari, dua dari tiga pelaku spesialis bobol rumah berhasil ditangkap petugas gabungan opsnal Polres Kota Bengkulu dan Polsek Teluk Segara.

Kedua tersangka berinisial BY dan MK ini diamankan petugas 14 Maret 2018 lalu di kawasan Pasar Minggu Kelurahan Teluk Segara bersama sejumlah barang bukti berupa 1 unit motor, 1 unit Laptop serta 1 unit Handphone.

Kapolres Kota Bengkulu, AKBP Ady Savart melalui Kasat Reskrim, AKP Indramawan dalam jumpa pers di Mapolres Kota Bengkulu, Selasa siang (20/3) mengatakan, kedua pelaku yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka (tsk) ini terlibat di 4 lokasi pencurian, penganiayaan serta curas yang terakhir terjadi tanggal 12 Maret 2018 lalu.

“Keduanya merupakan resedivis kasus yang sama. Sudah 3 kali keluar masuk penjara,” ujar Kasat.

Dijelaskan Kasat, dalam aksinya, keduanya selalu beraksi dengan satu rekan lainnya berinisial RN yang saat telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) lantaran saat akan diamankan berhasil kabur dari petugas.

“Mereka selalu beraksi bertiga. RN masih dalam pengejaran kita,” tegas Kasat.

Sementara, kronologis penangkapan bermula saat petugas gabungan opsnal Polres Kota Bengkulu dan Opsnal Polsek Teluk Segara akan mengamankan BY dikawasan pasar minggu.

Namun, saat diamankan, BY sedang bersama MK. Saat itu, MK memberikan perlawanan kepada petugas lantaran BY merupakan temannya. Lantaran melawan, MK akhirnya ikut digelandang petugas ke Mapolres. Saat dikembangkan, ternyata MK masuk dalam komplotan BY.

“Setelah itu, kita mendapatkan identitas RN. Namun, ketika petugas menyantroni rumahnya, RN sudah kabur duluan. Sampai saat ini, kita terus melakukan pengembangan mencari kemungkinan adanya keterlibatan para tersangka di peristiwa penjambretan serta bobol rumah yang lainnya,” ujar Kasat.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal berlapis. Diantaranya, pasal 363 KUHP, 365 KUHP dan Pasal 170 KUHP. [Ifan Salianto]