Bupati Bengkulu Utara, Mian

BENGKULU UTARA, PB – Belakangan terungkap, terdapat empat paket proyek pembangunan tahun anggaran 2017 yang tak tuntas dikerjakan. Kondisi ini disampaikan oleh Bupati Bengkulu Utara, Mian, dalam rapat paripurna DPRD Bengkulu Utara dengan agenda penyampaian pandangan umum Fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Eksekutif ke Legislatif di Lantai 2 Gedung DPRD Bengkulu Utara, Rabu, (7/3).

“Tidak selesainya ke empat paket proyek yang dianggarkan melalui dana APBD Bengkulu Utara tahun 2017 ini murni disebabkan oleh kelalaian pihak rekanan pengadaan barang dan jasa atau Kontraktor,” tegas Mian.

Ditambahkan Mian, penyebab tidak selesainya proyek tersebut dikarenakan pihak rekanan yang tidak mendengarkan instruksi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Utara yang meminta agar rekanan dapat menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

“Dinas PUPR sudah sering mengingatkan pihak rekanan yang telah menandatangani kontrak mengerjakan proyek tersebut. Baik lisan maupun tertulis. Agar pihak rekanan dapat mengerjakan proyek tepat waktu. Namun sampai hari proyek tersebut belum juga bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat” kata Mian.

Untuk diketahui, keempat paket proyek yang tak tuntas dikerjakan itu diantaranya, proyek irigasi di Desa sengkuang, Gapura perbatasan di Kecamatan Giri Mulya, Jalan Hotmix di Desa Kota Bani dan Jalan Hotmix di Desa Air Sabai/Air Panda. “Dari keempat proyek ini, hanya satu yang sempat diberikan kesempatan untuk mendapatkan perpanjangan waktu selama 50 hari yaitu peningkatan jalan Hotmix Desa Kota Bani. Namun, hingga akhir waktu perpanjangan pekerjaan ternyata tetap tidak selesai dikerjakan. Terhadap ke empat proyek ini dikenakan pemutusan kontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bengkulu Utara,” ujar Mian. [Evi Kusnandar]