Senator termuda Indonesia Riri Damayanti John Latief

JAKARTA, PB – Anggota Komite III DPD RI Riri Damayanti John Latief telah menyatakan komitmennya untuk ikut serta mensukseskan program Wonderful Bengkulu 2020 mendatang. Namun ia mengingatkan, sedikitnya ada empat tantangan serius yang harus dihadapi untuk mensukseskan program tersebut.

Pertama, jelas Riri, menangkal informasi hoax. Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini mencontohkan adanya kehebohan orang yang melakukan penghinaan terhadap suku Rejang di media sosial.

“Adat dan budaya Rejang yang begitu luhur direndahkan di media sosial dan viral. Ini masuk kategori hoax. Karena tidak jelas siapa yang mengunggahnya. Tantangannya buat generasi muda Rejang adalah bagaimana mempromosikan berbagai kebudayaan Rejang yang luhur, santun dan rukun serta destinasi-destinasi andalan yang kita miliki sebagai bentuk tandingan,” kata Riri.

Tantangan selanjutnya, sebut Riri, mengenai persoalan sampah. Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga SEMAKU itu menilai, persoalan sampah ini merupakan persoalan rumit yang hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi pengembangan pariwisata di Bengkulu.

“Mungkin kita perlu terobosan besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sampah ini. Misalnya ada semacam aksi besar pungut sampah di seluruh destinasi wisata yang kita miliki. Kita bisa sama-sama menyiapkan hadiah menarik seperti motor dan beragam hadiah menarik lainnya bagi yang mampu memungut sampah terbanyak. Ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kita agar tidak gampang buang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Ketiga, Riri menguraikan, memberikan kesan pertama yang menarik. Menurut Wakil Ketua Kwarda Gerakan pramuka Bengkulu ini, salah satu langkah yang diperlukan untuk melakukan ini adalah bagaimana warga masyarakat melayani para wisatawan yang datang dengan keramahan yang sempurna.

“Kuncinya senyum, sapa, salam. Kemudian menyediakan sarana transportasi yang memadai. Dalam hal ini harus ada kerjasama yang rukun antara Pemerintah dari tingkat tertinggi hingga terbawah dan tentunya pihak swasta,” ucap Riri.

Keempat dan yang terakhir, ungkap Riri, masalah kebersihan seperti di toilet, pantai, serta pada objek-objek wisata unggulan lainnya. Menurut Riri, tanpa kebersihan yang terjaga dengan baik, sulit untuk menjadikan wisata Bengkulu sebagai unggulan.

“Ini masih jadi PR kita bersama. Di beberapa objek wisata unggulan seperti Pantai Panjang, masih ada saja sampah berserakan. Bahkan di Pantai Zakat itu air limbah di darat sampai masuk ke laut. Ini mesti kita benahi,” demikian Riri.

Untuk diketahui, Komite III DPD RI merupakan alat kelengkapan DPD RI yang bersifat tetap, yang mempunyai lingkup tugas pada pendidikan, agama, kebudayaan, pariwisata, tenaga kerja dan beberapa lingkup tugas lainnya. [Gayatri Sukarti]