SUASANA Cafetaria Paris Van Java (PVJ) di bilangan Jalan Suprapto Kota Bengkulu, Kamis Sore (1/3), terlihat ramai pengunjung dari kalangan muda.

Uniknya, para pengunjung yang ada terlihat sibuk dengan gadgetnya masing-masing sembari menikmati menu makanan dan minuman khas Cafetaria PVJ.

Lidik punya selidik, ternyata fenomena unik pengunjung yang sibuk main gadget ini adalah pengunjung yang mengikuti Turnamen Mibile Legend yang diselenggarakan oleh PVJ.

Turnamen ini merupakan ajang gamers pecinta mobile legend untuk unjuk kemampuan dalam memainkan Mobile Legend.

Dikatakan Panggi Romi Rahmat (22), panitia pelaksana kegiatan saat ditemui Pedoman Bengkulu, turnamen game Mobile Legend ini kita gelar lantaran sekarang ini dikalangan anak muda sedang booming memainkan Mobile Legend.

“Jadi sengaja kita buat turnamen kecil-kecilan ini dengan tujuan yang positif. Dari pada mereka pacaran kepantai, nongkrong-nongkrong gak jelas, mending mereka ikut nimbrung kesini bareng teman-temannya. Disini mereka bisa bertemu teman baru, saling tukar informasi dan tentunya melatih kekompakkan timnya,” imbuh Romi.

Turnamen Mobile Legend ini, sambung Romi, menggunakan sistem pembagian zona. Zona satu dimulai hari ini tanggal 1-3 maret nanti, zona dua tanggal 10-13 maret, zona tiga tanggal 20-23 maret dan zona empat tanggal 30- 31 maret, serta final akan dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 April mendatang.

Setiap pelaksanaannya, turnamen dimulai pukul 16.00 WIB sampai 19.00 WIB.

“Kami memilih waktu pelaksanaan pertandingan diluar jam sekolah. Hal ini untuk mengantisipasi terganggunya aktivitas pelajar. Sebab, kebanyakan pesertanya dari kalangan pelajar,” ujar Romi.

Untuk diketahui, hingga saat ini di zona satu pendaftar sudah mencapai 70 tim. Turnamen ini digelar dengan harapan menjadi pemancing para pelanggan baru untuk datang ke PVJ.

“Dengan turnamen ini, sudah pasti berimbas terhadap PVJ. Karena banyak pelanggan baru yang kesini bersama tim Mobile Legendnya untuk turut serta dalam pertandingan game favorite mereka,” tutup Romi. [Deni Dwi Cahya]