Imam Masjid Muhajirin Umar Abdul Gani

GEMPURAN budaya barat seperti individualisme, seks bebas, hedonisme dan konsumerisme menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali bagi warga Kota Bengkulu.

Untuk membendung arus budaya tersebut, diperlukan kepemimpinan dari kepala daerah yang religius. Harapan akan hadirnya Walikota yang religius itu sebagaimana diungkapkan Umar Abdul Gani, Imam Masjid Muhajirin di Kelurahan Beringin Raya.

“Kami berharap setelah pemilihan Walikota dan Wakil Walikota selesai, kita dapatkan pemimpin yang bisa memikirkan persoalan keagamaan di Kota Bengkulu. Semoga kami dapatkan pemimpin yang peduli dan taat dengan masalah agama,” ucap Umar.

Salah satu bentuk kepedulian atas kehidupan agama tersebut, lanjut Umar, berupa pengalokasian anggaran honor bagi pengurus masjid, bilal, khatib, gharim hingga guru ngaji. Menurutnya, honor ini bisa memberikan motivasi kepada para pelaku agama untuk menghidupkan nilai-nilai religiusitas di kalangan masyarakat.

“Di lingkungan Beringin Raya untuk pengurus yang ditunjuk sebagai penerima sudah ditentukan melalui musyawarah masyarakat adat setempat. Walaupun honor yang diterima itu tidak seberapa, tapi kami sangat berterimakasih kepada pemerintah, karena telah memberikan penghargaan kepada kami,” ungkap Umar.

Ia menyatakan para pengurus masjid menyatakan kepuasannya atas pengelolaan Pemerintahan Kota Bengkulu masa jabatan 2013-2018. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan pemimpin yang memiliki jiwa religius yang dapat mengakomodir kegiatan-kegiatan berbasis keagamaan di Kota Bengkulu. [Deni Dwi Cahya]