Kandidat nomor urut dua, Ahmad Zarkasih, melakukan penandatangan kontrak politik terkait komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak dalam acara yang digagas WCC Cahaya Perempuan di Hotel Putri Gading Bengkulu, Kamis (29/3).

BENGKULU, PB – Sejumlah visi dan misi calon walikota dan wakil walikota 2018-2023 terkait perempuan dan anak dibedah dalam sebuah dialog yang diselenggarakan oleh Women’s Crisis Center (WCC) Cahaya Perempuan di Hotel Putri Gading Bengkulu, Kamis (29/3).

Kandidat nomor urut dua, Ahmad Zarkasih, menyampaikan, pihaknya telah merumuskan untuk menjamin kesehatan masyarakat melalui Asuransi Kesehatan Universal.

“Kesehatan adalah akses hidup masyarakat, hal ini jangan diabaikan. Kita akan benahi problem yang ada di masyarakat dengan program kita yang bernama Asuransi Kesehatan Universal,” kata Zarkasih.

Pasangan calon wakil walikota dari calon walikota Erna Sari Dewi itu menambahkan, mereka juga telah berkomitmen untuk menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas.

“Kita juga akan memperkuat sumber daya manusia baik dari segi jumlah dokter atau tenaga kesehatan maupun fasilitasnya,” kata Zarkasih.

Untuk diketahui, pada visi misi mereka, kandidat pasangan calon yang akrab disebut ESD-AZA ini telah merumuskan sejumlah program diantaranya program kartu ESD-AZA Peduli, program Docter on Call, pendidikan gratis 12 tahun, BOP untuk guru Ngaji dan mencetak seribu anak soleh.

Kegiatan dialog ini sendiri digagas WCC Cahaya Perempuan untuk membedah visi misi calon yang berkaitan dengan hak-hak perempuan dan anak.

Pemaparan kandidat akan menjadi catatan penting bagi WCC Cahaya Perempuan dan masyarakat Kota Bengkulu pada umumnya, bahwa para calon sangat peduli terhadap persoalan hak perempuan dan anak yang menjadi salah satu permasalahan Kota Bengkulu.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan kontrak politik antara para kandidat yang hadir bersama WCC Cahaya Perempuan yang disaksikan oleh para aktifis perempuan yang hadir.

“Kedepannya, siapapun yang menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kota Bengkulu diharapkan ingat dan melaksanakan kontrak politik yang ditanda tangani sekarang dan disaksikan oleh para aktivis perempuan,” tutup Arteti, moderator dialog publik ini. [Deni Dwi Cahya]