Kandidat nomor urut tiga, Dedy Wahyudi, melakukan penandatangan kontrak politik terkait komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak dalam acara yang digagas WCC Cahaya Perempuan di Hotel Putri Gading Bengkulu, Kamis (29/3).

BENGKULU, PB – Sejumlah visi dan misi calon walikota dan wakil walikota 2018-2023 terkait perempuan dan anak dibedah dalam sebuah dialog yang diselenggarakan oleh Women’s Crisis Center (WCC) Cahaya Perempuan di Hotel Putri Gading Bengkulu, Kamis (29/3).

Kandidat nomor urut tiga, Dedy Wahyudi, mengatakan, sejumlah misi telah mereka rumuskan untuk memastikan bahwa perempuan dan anak mendapatkan hak-haknya. Diantaranya adalah mengutamakan persoalan kesehatan.

“Kami ingin melaksanakan Posyandu hingga ke unit terkecil di Rukun Tetangga. Kami juga akan mengupayakan Puskesmas sebagai ujung tombak menjaga agar masyarakat tetap sehat dengan pemberian fasilitas yang lengkap dan berkualitas. Sehingga tidak ada penumpukan pasien di rumah sakit,” ujar Dedy yang dalam Pemilihan Walikota (Pilwakot) 2018 berpasangan dengan mantan Walikota Helmi Hasan.

Selain itu, pria yang sukses menggagas berbagai event besar dan bersejarah di Kota Bengkulu ini melanjutkan, ke depan ia bersama pasangannya juga telah menyusun pengintegrasian Smart City dengan pelayanan kesehatan.

“Semua pelayanan publik akan terhubung dengan konsep Smart City. Sehingga dengan adanya konsep ini, seluruh warga masyarakat akan dapat menikmati layanan kesehatan dengan mudah,” ujar Dedy.

Sedangkan untuk pendidikan anak, pasangan Helmi-Dedy berkomitmen untuk memberikan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi hingga mampu melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

Pasangan ini juga menjamin bahwa pada masa pemerintahannya Pemerintah Kota akan mengatur agar biaya pendidikan dan kesehatan disubsidi sesuai dengan kemampuan ekonomi warga sehingga seluruh anak di Kota Bengkulu dapat mengeyam pendidikan tanpa terkecuali.

Sementara terhadap program yang sudah berjalan seperti Jemput Sakit Pulang Sehat (JSPS) InsyaAllah akan terus dilanjutkan dan dioptimalkan melalui penyediaan dua unit ambulance per kelurahan.

RSUD Kota Bengkulu juga ditargetkan dapat menjadi rumah sakit rujukan dan unggulan berstandar nasional yang mengutamakan kenyamanan pasien serta dilengkapi oleh dokter-dokter spesialis.

Kegiatan dialog itu sendiri digagas WCC Cahaya Perempuan untuk membedah visi misi calon yang berkaitan dengan hak-hak perempuan dan anak.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan kontrak politik antara para kandidat yang hadir bersama WCC Cahaya Perempuan yang disaksikan oleh para aktifis perempuan yang hadir. [Deni Dwi Cahya]