BENGKULU SELATAN, PB – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus berupaya untuk meningkatkan pelayan kesehatan kepada masyarakat. Diantaranya dengan mengalokasikan anggaran untuk program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebesar Rp 3,4 Miliar. Namun di sisi lain, anggaran untuk Asuransi Kesehatan (Askes) bagi Aparatur Sipili Negara (ASN) atau yang popular disebut PNS nominalnya jauh lebih besar, dua kali lipat lebih dari anggaran Jamkesda yakni sebesar Rp 7,2 Miliar.

Hal tersebut mengemuka pada saat Rapat Paripurna Istimew DPRD Bengkulu Selatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Bengkulu Selatan yang ke 69, Kamis (8/3/2018).

“Dalam hal meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Pemerintah Daerah memprogramkan pelayanan kesehatan diantaranya Jamkesda sebesar Rp 3,4 Miliar, dana kapitasi dan non kapitasi Rp 7,3 Miliar, asuransi kesehatan PNS Rp 7,2 Miliar dan asuransi ketenaga kerjaan PNS Rp 1 Miliar,” jelas Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud pada saat menyampaikan sambutan di hadapan hadirin Rapat paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan.

Upaya yang dilakukan lain dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan, menurut Bupati yang telah direalisasikan yakni mendatangkan alat cuci darah di RSUD Hasanudin Damrah Bengkulu Selatan. Namun di sisi lain, Bupati mengaku belum bisa merealisasikan program satu desa satu ambulance.

“Khusus untuk satu desa satu mobil ambulance, saat ini belum dapat kita realisasikan, mengingat keterbatasan mobil ambulance yang ada dan anggaran,” beber Dirwan Mahmud.

Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan dalam rangka HUT Kabuoaten BS ke 69 tahun 2018 ini berjalan khidmat. Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto didampingi Wakil Ketua I Susman Hadi dan Wakil Ketua II Yunadi. Selain itu juga dihadiri oleh Assisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mewakili Plt Gubernur, Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, FKPD, OPD dan undangan lainnya. [Apdian Utama]