Pondasi jembatan yang terancam ambruk karena terkikis aliran sungai

BENGKULU UTARA, PB – Jembatan penghubung Kota Argamakmur dan Kota Bengkulu terancam ambruk. Kondisi ini terjadi lantaran pondasi jembatan yang melintang diatas aliran air sungai Palik Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung terkikis aliran air sungai saat mengalami banjir. Warga setempat khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan, maka jembatan tersebut akan benar-benar ambruk.

Seperti dikatakan Torik, Warga setempat yang mengatakan jika jembatan tersebut tidak hanya digunakan sebagai akses utama bagi warga Bengkulu Utara yang ingin melakukan perjalanan ke Kota Bengkulu saja, melainkan juga akses bagi Warga Kabupaten Lebong yang ingin ke Kota Bengkulu melalui jalur Kabupaten Bengkulu Utara.

“Sebenarnya, pondasi jembatan ini sudah mulai terkikis sejak setahun terakhir ini. Tetapi, kikisan pondasi jembatan semakin besar dan meluas setelah air sungai meluap dan menyebabkan banjir beberapa hari lalu,” tegas Torik.

Ditambahkan Torik, Dirinya bersama Warga setempat belakangan sangat khawatir luasan gerusan pondasi akan semakin besar jika kondisi ini terus dibiarkan.

“Kami sangat berharap agar Instansi terkait bisa sigap menanggapi situasi ini dan melakukan langkah perbaikan,” ujar Torik.

Serupa disampaikan oleh Agung, Warga Desa Tanjung Agung. Agung mengatakan jika kondisi ini telah sering dilaporkan kepada pihak terkait. Bahkan, pihak Pemerintah setempat sudah sering melihat ke lokasi. Hanya saja, hingga saat ini belum ada realisasi tindakan apapun yang diambil oleh pemerintah.

“Kami sangat berharap agar pihak pemerintah memberikan solusi yang nyata agar jembatan ini tidak ambruk berujung memakan korban jiwa. Apalagi arus lalu lintas yang melalui jembatan ini cukup padat setiap harinya. Sebab, jembatan ini merupakan akses utama bagi masyarakat Bengkulu Utara yang ingin ke Kota Bengkulu,” ujar Agung. [Evi Kusnandar]