Sekretariat DPD KNPI Bengkulu Selatan tak terawat, tampak pula bendera merah putih terpasang di tiang dalam kondisi lusuh dan koyak

BENGKULU SELATAN, PB – Keberadaan dua organisasi yang identik dengan kepemudaan di Bengkulu Selatan ‘Mati Suri’. Dua organisasi tersebut yakni Karang taruna dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Dikatakan demikian, lantaran dua organisasi plat merah ini sepi kegiatan ditambah masa jabatan kepengurusannya sudah habis. Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Anak Muda Indonesia (AMI) Kabupaten Bengkulu Selatan, Mafahir.

Diakui Mafahir, masa jabatan Kepengurusan KNPI Bengkulu Selatan periode 2015-2018 telah berakhir pada Januari 2018 lalu. Namun hingga saat ini belum ada Musyawarah Daerah (Musda).

Plapon sekre DPD KNPI Bengkulu Selatan tampak sudah rusak. Tak ada aktivitas di tempat ini

Begitupula dengan Karang Taruna, menurut Mafahir, keberadaanya di Bengkulu Selatan sudah bertahun-tahun non aktif alias vakum.

“Kalau masa jabatan SK kepengurusan KNPI Bengkulu Selatan baru habis pada Januari 2018 lalu, tapi kalau KNPI Bengkulu Selatan sudah dua tahunan vakum dari kegiatan. Parahnya lagi kalau Pengurus Karang Taruna tingkat Kabupaten Bengkulu Selatan sudah bertahun-tahun vakum. Saya saja tidak tahu siapa pengurusnya,” jelas Mantan Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkulu Selatan ini saat dihubungi Pedoman Bengkulu, Rabu (28/3/2018).

Senada dengan Mafahir, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu Selatan, Rozi Firnando menyayangkan kevakuman yang terjadi di tubuh Karang Taruna dan KNPi Bengkulu Selatan. Mestinya, organisasi sebesar KNPI dan Karang Taruna tidak pantas mengalami kevakuman.

Kondis didalam kantor

“Sangat disayangkan, Karang Taruna dan KNPI yang seharusnya mewadahi kegiatan kepemudaan sampai vakum bertahun-tahun dan mati suri. Bagaimana organisasi kepemudaan yang kecil-kecil mau berkembang di daerah ini, sedangkan organisasi besar sekelas KNPI dan Karang Taruna saja sampai vakum tanpa kegiatan bertahun-tahun,” sampai Rozi Firnando.

Ke depannya, Rozi berpandangan, agar roda organisasi Karang taruan dan KNPI di Bengkulu Selatan berjalan dengan lancar, maka sebaiknya kepengurusan harus diisi oleh orang-orang yang benar paham organisasi dan mempunyai basic serta pengalaman organisasi yang mumpuni.

“Bagusnya KNPI dan Karang Taruna itu diisi oleh orang-orang yang memang sudah berpengalaman berkecimpung dalam organisasi dengan kualitas yang teruji. Bukan hanya karena memiliki hubungan kedekatan dengan kekuasaan dan birokrasi. Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa pengurus KNPI itu adalah orang-orang yang dekat dengan kekuasaan,” jelas Rozi.

Sebelumnya, Sekretaris KNPI Bengkulu Selatan Efredy Gunawan menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda KNPI Bengkulu Selatan terlebih dahulu menunggu pelaksanaan Musda KNPI Provinsi Bengkulu.

“Masa jabatan sesuai SK kepengurusan KNPI Bengkulu Selatan memang sudah habis. Untuk pelaksanaan Musda, saya pernah menghubungi pengurus KNPI, mereka bilang, tunggu dulu Musda provinsi,” sampai Efredy Gunawan.

Dari pantauan Pedoman Bengkulu, sekretariat DPD KNPI Bengkulu Selatan yang beralamat di Jl Affan Bachsin Kota Manna tampak tidak terawat dan ditumbuhi rerumputan. Tampak sebagain kaca jendela sudah pecah dan plafon sudah jebol. Bahkan di salah satu ruangan secretariat, lantai tampak sangat kotor dan berdebu. Bahkan bendera merah putih berkibar di halaman sekretariat tampak sudah lusuh dan robek, kuat dugaan bendera tersebut tidak pernah diturunkan, meskipun malam hari.

Sementara itu, Pedoman Bengkulu belum berhasil menemukan keberadaan Sekretariat Karang Taruna Kabupaten Bengkulu Selatan. [Apdian Utama]