REJANG LEBONG, PB – Target Kabupaten Rejang Lebong kejar Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong.

Kamis (08/03/2018) pagi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Tarsisius Samuji dan Staf bagian asset Disdikbud Rejang Lebong mengunjungi UPT Diknas Padang Ulak Tanding dan meminta Kepala Sekolah melengkapi data kepemilikan asset yang dipunyai sekolah, agar dapat dirincikan secara rasional dan valid.

“Dari 171 SD dan 44 SMP yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, ada 11 SD dan 5 SMP yang masih belum ada sinkronisasi mengenai data asset sekolah yang dimiliki, sehingga kita minta segera dilengkapi dan dilaporkan pada kita,” kata Samuji.

Demi mengejar predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), pemerintah membutuhkan hasil tertib administrasi kelengkapan asset daerah, khususnya pada asset yang dimiliki sekolah. Seperti halnya asset bangunan sekolah, meubeler, dan perangkat keras seperti komputer maupun laptop.

Jika tidak dibenahi, maka tidak menutup kemungkinan, hasilnya akan sama seperti tahun sebelumnya, Rejang Lebong hanya mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Dari pada kita menunggu saja, lebih baik kita jemput bola, sehingga hasil pendataan asset sekolah yang rasional dan valid dapat segera kita rekap, apabila ada yang tidak sesuai dapat segera dibenahi,” tambahnya.

Setelah hasil pertemuan di UPT Diknas Padang Ulak Tanding, beberapa sekolah langsung mengumpulkan hasil pendataan masalah asset yang dimiliki sekolah.

“Alhamdulillah, tadi ada beberapa yang langsung melengkapi data asset sekolah yang kita minta, saat ini tinggal 3 SD dan 4 SMP yang masih kita tunggu rekap data asset sekolahnya. Mudah-mudahan dalam minggu ini semua data asset sekolah sudah selesai kita rekap,” tandasnya. [Benny Septiadi]