Jepang menyerah pada Sekutu (Foto: Istimewa)

KOLONIAL Jepang saat menjajah Bengkulu sangat membutuhkan bala bantuan seperti tenaga manusia yang cakap dan terampil serta disiplin. Hal ini sangat berguna bagi mereka dalam menghadapi musuh-musuh lainnya. Oleh karena itulah, para pemuda dididik sedemikian rupa oleh tentara Jepang.

Para pemuda dididik menjadi militer atau semi militer, juga dididik menjadi tenaga teknik yang terampil. Kesempatan emas untuk belajar itu tidak disia-siakan oleh para pemuda, mereka memenuhinya. Sebagian pemuda ada yang dididik di Bengkulu, sebagian lagi di Lahat, Kepahiang, bahkan ada juga pemuda yang dididik hingga ke Singapura.

Hebatnya, dari hasil didikan Jepang ini lahirlah putra-putri bangsa yang cerdas, terampil dan cakap. Mereka jugalah yang memiliki rencana untuk menggembleng rakyat dalam merebut senjata dari tangan Jepang. Pada akhirnya, kolonial Jepang seperti melempar boomerang. Para pemuda sangatlah mencintai tanah air, dan mereka justru menggunakan kecerdasan yang dimiliki untuk kepentingan tanah air.

Dalam buku Sejarah Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme di Daerah Bengkulu, karya Achmaddin Dalip dkk, tertera bahwa dari golongan bangsa Indonesia yang cerdik dan pandai itu berhasil membina putra-putri bangsa sehingga menjadi orang yang benar-benar bertanggung jawab akan tanah air dan rakyatnya.

Semua hal itu dilakukan dengan penuh kesadaran. Setelah mempertimbangkan secara matang bahwa sistem penjajahan militer Jepang itu tidak memungkinkan sama sekali akan membawa kehidupan rakyat yang bebas dan merdeka.

Kemudian, di tahun 1943 Jepang mengalami kekalahan di Samudera Pasifik. Pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dihancurkan oleh Negara yang memusuhi Jepang pada saat itu, dan tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat.

Kekalahan Jepang itu merupakan peluang yang sangat tepat untuk merebut dan memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena itulah kelompok pemuda pejuang dan pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di bawah pimpinan Sukarno-Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

Peristiwa penting ini tidak cepat diketahui oleh Masyarakat Bengkulu, hal ini disebabkan karena hubungan sementara dengan pulau Jawa saat itu terputus. Sedangkan pemerintah Jepang masih saja merahasiakan tentang kekalahan mereka itu.

Namun, akhirnya tentang berita kekalahan Jepang dan berita diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia, sampai ke telinga masyarakat Bengkulu. Masyarakat Bengkulu merasa sudah waktunya mereka juga merdeka, terbebas dari cengkeraman tentara Jepang. Meski saat itu tentara Jepang mulai memberikan janji-janji dan sayangnya, rakyat Bengkulu tidak berniat jatuh di kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya. [Eva De]