Ketua Kelompok Tani Siring Melintang Desa Tungkal I Kecamatan Pino Raya, Rusli

BENGKULU SELATAN, PB – Kelompok Tani di Kecamatan Pino Raya mempertanyakan pengusutan Rehab Siring Induk Bendung Selali yang telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan beberapa bulan yang lalu. Kelompok Tani meminta kepada KejaksaanNegeri Bengkulu Selatan untuk menindak lanjuti laporan yang disampaikan pada 5 Januari 2018 lalu.

“Tadi saya ke Kejari, bertemu dengan Kasi Intel. Mempertanyakan tindak lanjut laporan kami dulu. Jawaban dari Kejaksaan, saat ini mereka masih Puldata dan Pulbaket,” jelas Ketua Kelompok Tani Siring Melintang Desa Tungkal I Kecamatan Pino Raya, Rusli, Selasa (20/3/2018).

Menurut Rusli, dirinya bersama kawan-kawan Kelompok Tani lainnya meminta kepada Kejari untuk menuntaskan laporan tersebut.

“Kami masih percaya dan mempercayakan pengusutan laporan kami ini kepada pihak Kejari. Kami yakin Kejari akan menuntaskan laporan kami ini,” jelas pria yang akrab disapa Fay Heri ini.

Sekedar mengingatkan, pada Jumat (5/1/2018) lalu, Tiga Kelompok Tani di Area Persawahan Ataran Sapatan melaporkan Proyek Rehabilitasi Siring Induk Bendung Air Seali Desa Tungkal I Kecamatan Pino Raya ke Kejari Bengkulu Selatan.

Dalam laporan tertulis yang disampaikan ke Kejari, Tiga Kelompok Tani yakni Tanjung Berisi, Tinggir Besi dan Siring Melintang menilai bahwa setelah dilakukan perehaban yang dikerjakan oleh CV. Putra Sago Mandiri dengan pagu angggaran Rp 1,5 Miliar ini dinilai merugikan petani.

Surat permohonan pemeriksaan proyek

Secara kelembagaan ketiga kelompok tani tersebut menolak hasil pekerjaan yang dilakukan oleh CV Putra Sago Mandiri yang disertai dengan berita acara musyawarah Kelompok Tani.

Adapun surat laporan yang ditujukan ke Kejari tersebut ditandatangani oleh Ketua Kelompok Tani Siring Melintang, Ketua Kelompok Tani Setinggir Besi dan Ketua Kelompok Tani Tanjung Berisi. [Apdian Utama]