Rapat penyelesaian konflik trawl yang digelar di ruang rapat Gubernur Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (6/3).

BENGKULU, PB – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja, memastikan akan melakukan pergantian alat tangkap ikan jenis trawls kepada 297 pemilik kapal trawl di Bengkulu. Namun, kapal yang diberikan pergantian alat tangkap hanyalah kapal jenis 10 Gross Tonnage (GT) saja.

“Untuk jenis alat tangkap yang akan diberikan tergantung dari permintaan para nelayan. Tentunya harus masuk dalam katagori 29 alat tangkap yang diperbolehkan,” tegas Sjarief Widjaja dalam rapat penyelesaian konflik trawl antara nelayan tradisional dan nelayan Trawls Provinsi Bengkulu yang digelar di ruang rapat Gubernur Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (6/3).

Sementara, sambung Sjarief, untuk nelayan yang memiliki kapal diatas 10 GT disarankan untuk melakukan prosedur peminjaman bank dengan bunga rendah. Sebab, nelayan trawls dengan kapal diatas 10 GT dinilai merupakan nelayan yang telah mampu secara ekonomis. Sehingga mampu melakukan pergantian alat tangkap ikan.

“Nelayan akan kita ajak langsung ke pabrik pembuat alat tangkap ikan agar bisa memilih secara langsung alat tangkap pengganti yang sesuai. InsyaAllah proses pergantian akan selesai dilakukan selama 3 minggu,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah meminta agar data nelayan pengguna trawls segera dipersiapkan dengan rinci. Sehingga tidak ada lagi nelayan yang tertinggal akibat salah pendataan.

“Sehingga jangan salah sasaran nantinya,” ujar Rohidin.

Data terhimpun, selain Dirjen KKP, tampak staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Marsekal Muda Maroef Sjamsoeddin juga hadir dalam rapat yang dihadiri oleh Forkominda tersebut. [Ifan Salianto]