Sukri alias Cundu (32), tiba dikediaman disambut keluarga setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit M Yunus, Kamis (1/3), sekitar pukul 19.30 WIB.

Plt Gubernur Himbau Nelayan Menahan Diri

BENGKULU, PB – Suasana rumah korban seteru dua kubu nelayan yang terjadi di perairan laut Lais, Kamis (1/3) sekitar pukul 19.30 WIB mendadak menjadi haru diwarnai isak tangis keluarga.

Hal ini setelah Sukri alias Cundu (32), tiba dikediaman setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit M Yunus usai dijemput anggota Lanal Bengkulu di perairan lepas kawasan Pulau Tikus, sekitar pukul 18.00 WIB. Korban tiba dengan kondisi balutan perban di bagian kepala.

Pantauan Pedoman Bengkulu, usai dijemput di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Korban beserta istri langsung dilarikan ke Rumah Sakit M Yunus dengan menggunakan mobil untuk menjalani pengobatan.

Selanjutnya, korban diantar kembali ke kediamannya di Kampung Sejahtera Kecamatan Kampung Melayu Pulau Baai usai menjalano pengobatan. Di kediaman korban, puluhan kerabat, tetangga hingga nelayan telah berdatangan menunggu kedatangan korban hingga akhirnya isak tangis pecah saat korban beserta istrinya tiba.

“Maaf saya belum bisa ngasi keterangan apa apa. Kepala saya masih terasa sangat sakit pak,” singkat korban saat ditemui Pedoman Bengkulu di kediamannya.

Disisi lain, Pelaksana Tugas (Plt), Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah meminta agar semua pihak dapat meredam emosi masing-masing. Sehingga tidak terjadi kerusuhan panjang akibat polemik trawl ini.

“Jangan anarkis. Apalagi sampai membawa-bawa senjata tajam seperti itu. Kita harus tetap berpedoman dengan aturan. Saya juga meminta agar pihak kepolisian bertindak tegas agar kehidupan masyarakat nelayan kembali tenang dan nyaman untuk melaut,” tegas Rohidin melalui pesan singkat kepada Pedoman Bengkulu.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, puluhan warga terus berdatangan ke rumah korban. Tidak ada tanda-tanda upaya untuk melakukan tindakan anarkis lainnya.

Sedangkan, di Kampung Nelayan Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara, puluhan anggota Polisi dan TNI masih berjaga-jaga di sekitar kawasan kampung nelayan tersebut. [Ifan Salianto]