Rapat Koordinasi Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Bengkulu Selatan di Aula Reptaloka, Selasa (27/3/2018).

BENGKULU SELATAN, PB – Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Selatan menangani 11 perkara dan sengketa tanah selama periode 2015 hingga 2018. Empat perkara dan tujuh kasus sengketa tanah. Delapan kasus diantaranya terjadi di Kecamatan Kota Manna, satu kasus di Kecamatan Pino Raya dan dua kasus di Kecamatan Manna.

Hal tersebut mengemuka pada Rapat Koordinasi Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Bengkulu Selatan di Aula Reptaloka, Selasa (27/3/2018).

Kepala Kantor Pertanahan Bengkulu Selatan, Surahman menjelaskan dua perkara terjadi di Desa Gelumbang Kecamatan Kota Manna, satu perkara di Kelurahan Gunung Ayu Kecamatan Kota Manna dan satu perkara di Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna.

“Untuk sengketa, Desa Gelumbang Kecamatan Kota Manna satu kasus, Gunung Ayu Kota Manna 1 kasus, Suka Bandung Pino Raya satu kasus, Jeranglah Rendah Kecamatan Manna 1 kasus, Pagar dewa Kecamatan Kota Manna satu kasus, Lubuk Sirih Ilir Kecamatan Manna 1 kasus dan Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna,” jelas Surahman.

Berdasarkan data yang ada, satu perkara posisinya sudah inkracht berdasarkan putusan PTUN, satu perkara pengajuan banding, satu perkara Peninjauan Kembali (PK) dan satu perkara tengah di Pengadilan tingkat I.

Sedangkan untuk kasus sengketa, satu perkara di Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya sudah selesai, sedangkan yang lainnya ada yang tahap mediasi serta ada pula yang telah dimediasi namun kasus tetap berjalan hingga pengadilan.

“Ada yang sudah mediasi di Kantor Pertanahan tapi tidak ada kesepakatan damai, ada yang dilakukan pengukuran ulang,ada yang sudah mediasi tapi belum ada penyelesaian dan juga ada yang kami anjurkan untuk musyawarah keluarga dengan dimediasi oleh ketua RT dan Lurah,” tegas Surahman. [Apdian Utama]