Martini, warga Desa D5, Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara yang sebelumnya dilaporkan menghilang

BENGKULU UTARA, PB – Setelah sempat tiga hari menghilang, Martina (45) Warga Desa D5 Marga Bakti Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara akhirnya pulang ke rumah, Sabtu (3/3) sekitar pukul 05.00 WIB. Ironisnya, Martina ditemukan tergeletak di dapur rumah oleh Lupio (48) yang tidak lain adalah suaminya sendiri.

“Alhamdulilah sudah pulang pak. Saat saya mau mengambil wudhu sholat subuh ke belakang rumah saya melihat istri saya sedang tegeletak didapur rumah. Saya sempat kaget. Akhirnya saya bangunkan dan dipindahkan ke kamar,” ujar Lupio kepada Pedoman Bengkulu, Sabtu (3/3).

Dilanjutkan Lupio, Istrinya pulang dalam keadaan tak sadar tertidur. Bahkan, hingga saat ini, Istrinya tersebut belum bisa diajak berkomunikasi.

“Saya belum tahu selama tiga hari kemarin dia kemana saja. Sebab, sampai sekarang belum bisa diajak komunikasi dengan baik. Tetapi, dia pulang dengan kondisi sehat, tidak ada tanda tanda penganiayaan ditubuhnya,” ujar Lupio.

Saat ditanya soal keberadaan uang Rp300 juta yang sempat ikut menghilang dari rumahnya seiring menghilangnya Martina, Lupio mengatakan jika hingga saat ini uang tersebut tetap hilang tidak ditemukan disimpan dipakaian Istrinya tersebut.

“Memang saya sempat memeriksa pakaian istri saya saat dia pulang tadi. Tetapi uang itu tidak ada. Nantilah kalau sudah bisa berkomunikasi dengan baik, saya akan coba tanyakan dengan Istri Saya,” tegas Lupio.

Seperti dilansir sebelumnya, Lupio (48), Warga Desa D5 Marga Bakti Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara yang berprofesi petani karet ini harus rela kehilangan istri berikut uang Rp300 juta hanya dalam kurun waktu satu hari. Peristiwa yang terjadi 25 Februari 2018 lalu ini terjadi tanpa ada penyebab permasalahan yang terjadi. [Evi Kusnandar]