Ilustrasi Peta Bengkulu

SELUMA, PB – Tapal Batas (Tabat) antara Kabupaten Seluma dengan Kabupaten Bengkulu Selatan hingga saat ini belum menemukan titik terang.

Informasi terakhir, pihak pemerintah Provinsi Bengkulu meminta agar masing-masing pemerintah kabupaten melayangkan surat ke Mendagri untuk segera menuntaskan tabat antara kedua kabupaten ini.

“Mungkin pertengahan tahun ini, kalau tidak April bulan mei. Ada rapat pembahasan antara kedua kabupaten. Keputusan tetap ada di Kemendagri,” kata Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Seluma, Nopetri Elmanto diruang kerjanya, Selasa (13/03/2018).

Menurutnya, bagai masyarakat yang ingin membuat surat kepemilikan lahan melalui program PTSL tidak perlu takut. Sebab, jika nanti berubah wilayah, tinggal di rubah ke BPN wilayah masing-masing.

“Tidak masalah karena itu menyangkut perdata. Kalaupun nanti itu di luar beda kabupaten, bisa dipindahkan,” jelasnya.

Tabat kedua kabupaten ini sempat bergejolak, antara masyarakat di perbatasan sempat ribut karena pemasangan gapura tapal batas.

Dimasa Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjabat Wakil Bupati Bengkulu Selatan, wilayah tapal batas antara kabupaten pemekaran dengan kabupaten induk ini sempat digugat ke Mahkama Konstitusi. Namun, permohonan pemda Bengkulu Selatan ditolak dan meminta agar Tabat dikembalikan pada wilayah kewedanaan. [Sepriandi]