Anak yang terserang rubella. [Foto medicalnewstoday.com]
SEBAGAI penyakit yang belum dikenal secara umum oleh warga Bengkulu, penyakit Rubella atau campak Jerman patut untuk disosialisasikan secara meluas.

Penyakit ini merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit.

Sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak, gondok, dan lain-lain, Rubella juga bisa menyerang orang dewasa.

Penyakit ini bisa menjadi momok menakutkan bagi ibu hamil, sebab, bisa menyebabkan kematian janin atau cacat bawaan yang dikenal sebagai sindroma rubella kongenital (CRS).

Berdasarkan data WHO sebagaimana dilansir dari Pikiran Rakyat disebutkan, sedikitnya 100.000 bayi di dunia lahir dengan CRS setiap tahunnya. Tidak ada pengobatan khusus untuk rubella, namun penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.

Penularan utama dari penyakit ini dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagai makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika anda menyentuh mata, hidung, atau mulut anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.

Apa saja tanda-tanda gejala rubella?

Penderita rubella pada anak-anak biasanya tidak menunjukkan gejala dan gejalanya pun lebih ringan dibandingkan dengan penderita dewasa. Pada umumnya gejala akan muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Penyakit ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadinya penyakit rubella sampai menimbulkan gejala.

Gejala-gejala yang sering terjadi dimulai dengan ruam kulit pada kepada menyebar ke tubuh selama 2-3 hari, sakit kepala dan demam ringan, hidung tersumbat, kelenjar getah bening leher dan bagian belakang telinga membengkak. Gejala pada orang dewasa pun sama, namun ada beberapa gejala tambahan seperti hilangnya nafsu makan konjungtivis (kelopak mata dan bola mata), sendi bengkak, dan nyeri pada wanita usia muda.

Bagaimana metode penanganannya?

Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan ini dapat dilakukan di rumah dengan mudah. Salah satunya adalah dengan beristirahat sebanyak mungkin dan minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Dapat juga dilakukan dengan minum air hangat dan mencampurkan madu serta lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan hidung yang tersumbat.

Untuk mengurangi nyeri dan demam, minumlah paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada sendi. Langkah-langkah seperti itu tujuannya adalah untuk meringankan penyakit tersebut bukan untuk mempercepat penyembuhan. [Gita Rakhmadhani B/Pikiran Rakyat]