Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 asal Indonesia ketika mengabadikan kenengan di depan Istana Negara Malaysia

TIDAK ada yang lebih menarik perhatian rombongan Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 asal Indonesia di Malaysia lebih dari Batu Caves dan Genting Highland yang menjadi pusat perjudian bertaraf internasional.

Rudi Nurdiansyah, MALAYSIA

MINGGU, 25 Februari 2018 menjadi hari yang paling mengesankan bagi para peserta Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 asal Indonesia. Setelah melepas lelah di Cairnhill Hotel, Kuala Lumpur, para peserta dibawa ke Genting Highland yang terletak di ketinggian sekitar 1.800-2.000 meter di atas permukaan laut antara Pahang dan Selangor, dua negara bagian yang berada di tengah-tengah Malaysia.

Perjalanan menuju kawasan ini terasa seperti menuju kawasan Puncak Bogor Indonesia tanpa kemacetan. Di kanan-kiri jalan terhampar pemandangan pohon rindang yang kesejukannya terasa hingga kedalam bus yang kami tumpangi. Banyaknya bangunan hotel di kawasan ini menunjukkan bahwa tempat wisata yang dibangun pada 1965 oleh mendiang Lim Goh Tong ini terus berkembang maju.

Suasana di dalam Cable Car menuju Genting Highland

Suasana menjadi mendebarkan ketika kami menaiki Cable Car atau kereta gantung untuk mencapai Genting Highland tersebut. Kereta gantung itu bisa memuat 8 hingga 9 orang. Keindahan kawasan hutan gunung dan gedung-gedung yang tertata rapi di kawasan itu tampak jelas dari kereta gantung yang kami tumpangi.

Sesampainya di Genting Highland, rombongan Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 asal Indonesia langsung berpencar ke pusat perbelanjaan. Harga barang-barang disini tergolong murah untuk ukuran kantong klas menengah Indonesia. Nuansa Tiongkok terasa kental di seluruh sudut ruangan kawasan ini.

Kasino terletak di lantai dasar. Tidak diperkenankan membawa kamera atau berfoto di pusat perjudian tersebut. Seluruh warga negara di dunia diperbolehkan masuk ke Kasino kecuali warga negara Malaysia. Didalam Kasino, para pecandu judi yang mayoritas warga negara Tionghoa tampak hampir diseluruh sudut ruangan.

Wisatawan ketika mengambil gambar di samping pintu masuk kasino Genting Highland

Berdasarkan keterangan Ester, pemandu tour kami, Genting Highland dibangun oleh Tan Sri Dato Seri Lim Goh Tong secara bertahap. Lim Goh Tong sendiri tadinya hanya warga Tionghoa yang merantau ke Malaysia sebagai tukang kayu yang miskin. Berkat bimbingan pamannya yang merupakan kontraktor, Lim Goh Tong bertransformasi menjadi kontraktor besar yang mengerjakan proyek-proyek raksasa. Genting Highland sendiri dikerjakan oleh Lim Goh Tong atas restu pamannya.

Usai menikmati Genting Highland yang megah, peserta tour berangkat menuju Batu Caves yang berada di Distrik Gombak, 15 menit dari Kuala Lumpur. Bila di Genting Highland terasa seperti di Tiongkok, berada di kawasan Batu Caves terasa seperti berada di India. Patung emas Dewa Murugan tertinggi di dunia membuat seluruh mata peserta tour terbelalak ketika tiba di sini.

Di belakang patung terdapat 272 anak tangga yang menjulang tinggi menuju sebuah kuil dalam gua di atas bukit kapur. Menurut Ester, pemandu wisata kami, pada kepercayaan orang India, menaiki tangga tersebut dapat menggugurkan dosa. Ratusan monyet berkeliaran di kawasan yang terdapat berbagai lukisan, patung, puisi, bangunan dan tokoh-tokoh dari mitologi Hindu ini.

Wisatawan asal Bengkulu, Oki Syahputra Jaya, ketika berfoto di depan patung Dewa Murugan

Setelah lelah mengitari Batu Caves, peserta tour beranjak menuju Istana Negara Malaysia yang berdiri gagah dengan kubah emasnya di atas bukit. Tidak ada yang diperbolehkan masuk ke dalam istana. Tidak warga Malaysia, apalagi wisatawan. Pengunjung hanya boleh mengabadikan kenangan di depan komplek istana.

Raja Malaysia sendiri dipilih secara bergilir oleh para Sultan di 9 negara bagian Malaysia, setiap 5 tahun sekali. Saat kami berkunjung, kursi kerajaan dipegang oleh Sultan Muhammad V yang benderanya terpancang bersama bendera Malaysia di depan istana. Menurut penuturan pemandu wisata kami, raja sedang berada di tempat. Tandanya bisa dilihat dari bendera yang berkibar penuh. Bila raja keluar, bendera diturunkan setengah tiang.

Wisatawan asal Bengkulu, Ero Kurniawan, mengabadikan kenenangan di depan Menara Kembar Petronas

Sebelum beranjak menuju peristirahatan di Baguss Hotel, Johor Bahru, peserta tour diajak singgah ke Menara Petronas atau yang akrab disebut menara kembar. Terletak di Kuala Lumpur, kawasan depan gedung pencakar langit yang pernah menjadi bangunan tertinggi dunia pada tahun 1998-2004 itu dipadati oleh wisatawan seperti kami. Dengan kebersihan yang terjaga, taburan cahaya terpancar dari berbagai lampu yang melekat di gedung-gedung dan pohon-pohon yang berada di kawasan ini. [**]