Salah seorang wisatawan asal Bengkulu, Indonesia, Oki Syahputra Jaya berpose di depan patung Sleeping Budha, di Koh Yor Island, Songkhla, Thailand.

HARI kedua, rombongan Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 asal Indonesia beranjak dari Malaysia ke Thailand. Tepatnya ke Kota Hat Yai di Provinsi Songkhla, Thailand Selatan.

Rudi Nurdiansyah, THAILAND

Sebelum beranjak ke Thailand, pagi, pada 23 Februari 2018, peserta tour menyempatkan diri untuk mampir ke Kellie’s Castle di Ipoh, Perak, Malaysia. Disini tak lama. Berfoto sebentar dan langsung berangkat lagi.

Namun meski sebentar, tour leader kami bercerita banyak hal tentang Kellie’s Castle yang dibangun pada tahun 1900an ini. Tentang bagaimana William Kellie Smith, pria yang tadinya miskin berkebangsaan Skotlandia, sukses merintis usaha perkebunan di Malaysia, lalu membangun kastil itu buat istrinya, Agnes, demi membuktikan cintanya.

Peserta Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 asal Indonesia berpose di depan Kellie’s Castle, Perak, Malaysia.

Kastil yang dibangun dengan menggunakan tenaga kerja dari India itu tak sampai rampung. William meninggal ketika ingin mengambil lift yang dipesannya dari Lisbon, Portugal. Setelah satu abad, kastil itu dimanfaatkan oleh Pengurus Pelancongan, Kesenian dan Kebudayaan Negeri Perak sebagai salah satu tujuan wisata.

Sore hari, setelah melewati Kantor Imigrasi Thailand yang longgar, kami tiba di Kota Hat Yai. Saat itu, kami langsung dibawa menuju pusat perbelanjaan kaos, souvenir dan berbagai produk buatan Thailand dimana harga yang ditawarkan tergolong murah.

Peserta tour asal Bengkulu, Yuditha Pratiwi, berfoto di depan papan nama Hat Yai Floating Market, Thailand.

Setelah puas berbelanja, malam hari, peserta tour dibawa ke Hat Yai Floating Market atau pasar terapung. Pasar ini tidak tumbuh alami sebagaimana pasar terapung Sungai Barito di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Pasar terapung di Hat Yai sengaja diciptakan sebagai objek wisata untuk masyarakat yang tinggal di bagian selatan Thailand.

Malam itu, sejumlah penyanyi tampil menghibur para pengunjung. Tak jauh dari pasar terapung juga terdapat pasar tradisional yang menjajakan berbagai jenis kuliner khas Thailand. Sayangnya, hujan lebat yang turun sepanjang malam membuat peserta tour tidak bisa mengambil gambar atau foto yang menarik di lokasi ini.

Pagi harinya, setelah mampir di BigBee Garden Hatyai, peserta tour bergerak menuju Danau Songkhla, danau terbesar di Thailand. Kami menyebrangi jembatan panjang Tinsualanonda Bridges agar sampai di Koh Yor Island. Di ujung pulau Koh Yor ini terdapat sebuah kuil yang menyimpan patung Budha Sleep berukuran raksasa. Berfoto disini memberikan kesan yang mendalam. Tak jauh dari patung ini juga terdapat sejumlah patung lainnya yang menambah pikat suasana di Koh Yor Island.

Peserta tour berpose bersama patung Putri Duyung di Pantai Songkhla

Siang hari, setelah dibawa ke pusat perbelanjaan oleh-oleh di Koh Yor Island, peserta tour berangkat menuju Songkhla Beach, atau Pantai Songkhla. Disambut dengan es krim kelapa yang nikmat, para peserta tour tiga negara dibebaskan untuk berfoto dengan sejumlah patung yang ada di pantai ini. Yang terkenal diantaranya adalah patung Putri Duyung.

Hampir seluruh peserta tour merasakan kagum dengan kuliner Thailand yang terkenal lezat. Meski lezat, namun tidak mudah menemukan makanan halal di Thailand. Tour leader kami memberikan kiat dalam memilih makanan. Bila yang menjual adalah orang yang berhijab, itu artinya halal. Bila tidak, sebaiknya hindari.

Komunikasi menjadi sesuatu yang sulit antara orang-orang Thailand dengan para wisatawan seperti kami dari Indonesia. Pasalnya, orang Thailand kuat mempertahankan bahasa dan tradisi mereka. Tidak ada yang bisa berbahasa Inggris baik di pusat-pusat perbelanjaan maupun di objek-objek wisata yang kami singgahi.

Peserta Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 asal Indonesia sedang berbelanja di pasar tradisional tak jauh dari Hat Yai Floating Market, Thailand.

Soal kebersihan dan tata kota, Thailand tak jauh berbeda dengan Indonesia. Kabel kusut menjadi pemandangan sepanjang jalan di pusat-pusat perkotaan. Industri kreatif Thailand lebih tumbuh dari Indonesia. Negari gajah itu bahkan mengemas minuman-minuman tradisional mereka ke dalam botol kaca dan dijual di pusat-pusat perbelanjaan modern. [**]