BENGKULU, PB – Dari sekian banyaknya gedung yang berada di kawasan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, terdapat beberapa gedung yang menarik perhatian. Salah satunya adalah beberapa gedung di area eks STQ.

Pasalnya, setelah sekian lama dibiarkan, gedung-gedung di wilayah ini terlihat rusak dan ditumbuhi ilalang menandakan tidak adanya perawatan. Mirisnya saat ditelusuri, Senin Sore (5/3) di jalanan area ini dipenuhi oleh anak-anak dan remaja yang nongkrong dan balap liar di area tersebut.

Aktivitas para remaja ini ternyata dilakukan setiap hari. Mereka tidak hanya beradu kecepatan di jalan lintas STQ, namun banyak juga ditemui pasangan sejoli yang berada di pojok-pojok gedung tua daerah ini.

Kawasan ini kerap dijadikan sebagai tempat berpacaran oleh sejumlah muda-mudi

Di dalam dan pojok gedung tua ini banyak sekali bertebaran botol minuman keras, sisa-sisa kemasan obat batuk serta kemasan bekas lem. Terlihat dari jumlahnya, sisa kemasan ini diduga adalah sisa-sisa dari penyalahgunaan barang terlarang tersebut. STQ menjadi lokasi tempat para pemuda maupun anak-anak mengonsumsi bahan kimia terlarang itu.

Menurut penuturan dari beberapa pedagang di sekitar area STQ, disini memang setiap sore hari dipenuhi oleh para remaja. Mereka ada yang sekedar jalan-jalan, ada juga yang pacaran, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengalami kecelakaan akibat balapan liar.

Bungkus obat batuk tampak bertebaran di area eks STQ ini

Security IAIN Bengkulu, Darmawan, ketika dikonfirmasi mengatakan, apa yang terjadi di kawasan tersebut di luar kewenangannya selaku pihak keamanan.

“Kalau di lingkungan kampus jam 9 gerbang sudah kami tutup, mahasiswa tidak boleh beraktivitas lagi di area kampus. Untuk kawasan STQ itu bukan wewenang kami, itu Pemda yang ngurus,” ungkap Darmawan. [Deni Dwi Cahya]