BENGKULU, PB – Target Bank Bengkulu meningkatkan Modal Inti mendapatkan respon positif oleh pemegang saham. Sesuai aturan Bank Indonesia tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, peningkatan Modal Inti Bank Bengkulu ditargetkan naik kelas menjadi BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) kategori 2.

“Ada keputusan tambahan, bagaimana Bank Bengkulu ini mencapai BUKU 2, artinya dengan modal inti mencapai 1 triliyun. Maka solusinya kita minta kepada pemegang saham untuk meingkatkan penyertaan modal di kabupaten kota, dan kita juga akan menjual saham seri B,” terang Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2017 di kantor utama Bank bengkulu, Rabu (14/3).

Penjualan saham seri B ini, lanjut Plt Gubernur sebagai pemegang saham pengendali, tidak akan lebih dari 20 persen. Ini dilakukan demi mewujudkan peningkatan katogori BUKU bank milik daerah yang total penyertaan modalnya belum mencapai BUKU 2. Selain batasan penjualan saham seri B 20 persen, ditegaskan Rohidin, kesempatan untuk turut memiliki saham tersebut hanya warga Provinsi Bengkulu.

“Dari penjualan (saham seri B) yang tak lebih dari 20 persen itu, diberikan hanya untuk warga Provinsi Bengkulu dan tak punya hak suara,” tutur Rohidin yang juga mengapresiasi penyaluran kredit produktif oleh Bank Bengkulu mengalami lonjakan positif.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Bengkulu Agusalim membeberkan, saat ini modal bank masih pada nominal angka sekitar 634 miliyar. Jika penjualan saham seri B bisa menambahkan 200 miliar, maka untuk mencapai angka 1 triliyun kekurangannya akan ditambahkan oleh pemegang saham pemerintah daerah, sesuai komitmen hasil RUPS saat itu.

“Tadi beberapa materi putusan, sudah komit (pemerintah daerah) untuk menyetor juga tambahan modal selain dari penjualan saham seri B, yakni saham yang tidak memiliki hak suara dan maksimum 20 persen akan dijual internal di Provinsi Bengkulu,” jelas Agusalim.

Dengan putusan tersebut, Agusalim sampaikan optimistis Bank Bengkulu untuk bisa meningkatkan layanan dan ekspansi usaha. Pasalnya, berkembangnya bank tergantung jumlah modal yang dimiliki setoran modal.

“Bank Bengkulu bisa melakukan ekspansi usaha jika modalnya cukup, karena rasio itu diatur oleh regulator dan diawasi oleh OJK (otoritas jasa keuangan) untuk seluruh perbankan termasuk untuk Bank Pembangunan Daerah,” tuturnya.

RUPS dihadiri oleh seluruh pemegang saham, komisaris dan direksi Bank Bengkulu. Dari Kota Bengkulu hadir penjabat walikota Budiman, Kabupaten Lebong Bupati Ronjonsyah, Kabupaten Mukomuko Bupati Choirul Huda, Wakil Bupati Kaur Yulis Suti Sutri, Bupati Mian dari Bengkulu Utara, Bupati Ferry Ramli dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan Bupati Dirwan Mahmud, dari Seluma Bupati Bundra Jaya. Rejang Lebong hadir Bupati Ahmad Hijazi dan dari Kepahiang Bupati Hidayatullah Sjahid. [Jamal/MC Pemprov Bengkulu/Ifan Salianto]