Ratusan nelayan dan keluarganya memblokir jalan utama Kecamatan Kampung Melayu yang merupakan satu-satunya akses masuk ke kawasan Pelabuhan Pulau Baai menggunakan kayu, serta perabotan rumah tangga, , Rabu (7/3).

BENGKULU, PB – Konflik Trawl Provinsi Bengkulu berbuntut panjang. Ratusan nelayan dan keluarganya, Rabu (7/3) memblokir jalan utama Kecamatan Kampung Melayu yang merupakan satu-satunya akses masuk ke kawasan Pelabuhan Pulau Baai menggunakan kayu, serta perabotan rumah tangga.

Tak pelak, aksi nekat menuntut diperbolehkan untuk melaut ini membuat akses masuk pelabuhan Pulau Baai menjadi mati total. Pasalnya, seluruh kendaraan angkutan barang dan angkutan umum lainnya tidak diperbolehkan keluar masuk ke pelabuhan.

Aksi sempat ricuh lantaran salah satu kendaraan nekat melintasi jalan hingga warga memecahkan kaca depan mobil truk angkutan batubara tersebut. Mujurnya, pihak kepolisian dan Lanal Bengkulu berhasil menghalau Warga hingga warga kembali tenang.

Setelah hampir 1 jam melakukan aksi, warga akhirnya sepakat untuk berkumpul di TPI Pulau Baai untuk bertemu langsung dengan Plt Gubernur mencari solusi terbaik.

“Oke, kami ke TPI sekarang. Tapi kalau nanti hasilnya lagi-lagi tidak berpihak kepada kami maka kami akan kembali memblokir jalan ini,” teriak salah satu ibu-ibu yang ikut aksi.

Data terhimpun Pedoman Bengkulu, warga memblokir jalan lantaran menuntut agar diperbolehkan kembali melaut. Ini sebagai buntut dari keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan, Sjarief Widjaja yang menyatakan hanya akan melakukan pergantian alat tangkap jenis trawl terhadap kapal 10 GT saja.

Nelayan bertekad melanjutkan aksinya hingga kembali diperbolehkan untuk melaut

Sementara, seluruh kapal trawl yang ada di Pulau Baai diatas 10 GT yang disarankan untuk melakukan pergantian sendiri melalui pinjaman bank bunga ringan.

“Kita dilarang melaut. Tapi alat tangkap tidak diganti. Bagaimana mana kami mau makan,” ujar salah satu nelayan berteriak.

Hingga berita ini dilansir, Warga masih memblokir jalan hingga mendapatkan keputusan dari Plt Gubernur Bengkulu. Setidaknya ada 3 titik jalan yang diblokir. [Ifan Salianto]