Warga nelayan trawl Pulau Baai Kecamatan Kampung Melayu melakukan demonstrasi, Sabtu (24/3).

BENGKULU, PB – Tak kurang dari 700 orang massa warga nelayan trawl Pulau Baai Kecamatan Kampung Melayu melakukan demonstrasi, Sabtu (24/3).

Massa kembali menuntut kebijakan pemerintah soal penggunaan trawl di perairan Provinsi Bengkulu.

Pasalnya, trawl satu-satunya mata pencarian ribuan masyarakat nelayan yang bermukim di pulau yang terletak di pinggiran kota tersebut.

“Ini soal perut pak. Sejak kami dilarang melaut, kami hampir tidak makan. Bahkan anak-anak kami sudah nyaris putus sekolah hanya gara gara kebijakan pemerintah ini. Mana keadilan untuk kami pak?” ujar Eni (42) salah satu warga nelayan di tengah-tengah aksi demo.

Pantauan Pedoman Bengkulu, dalam aksi demo kali ini, warga kembali memblokir jalan dengan material kayu dan perabotan rumah.

Massa juga melarang kendaraan roda empat melintas di jalan menuju pelabuhan Pulau Baai.

Tak hanya itu, massa juga melempari Kantor TPI Pulau Baai dengan batu hingga kaca kantor tersebut pecah.

“Jika tuntutan kami ini tidak diindahkan maka jalan akan terus diblokir. Kami minta gubernur kesini untuk menemui kami secara langsung,” ujar Andres (34), warga nelayan lainnya.

Dikatakan Andres, alat tangkap pengganti yang dijanjikan pemerintah tidak satupun yang bisa memenuhi kriteria untuk dipasang di kapal para nelayan.

“Kami minta kebijakan yang benar benar membela kami pak. Bukan hanya kepentingan politik semata, ” ujar Andreas.

Hingga berita ini dilansir, massa terus memanas. Akibat pemblokiran jalan, diruas jalan terjadi kemacetan hingga 4 Kilometer. [Yulmai/Ifan Salianto]