Wakil Ketua II DPRD Seluma, Okti Fitriani

SELUMA, PB – Wakil Ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani meminta, agar seluruh perencanaan kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dievaluasi. Karena kata Okti, banyak pekerjaan yang diduga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Karena pembangunan diduga asal jadi sehingga bangunan rusak sebelum dimanfaatkan.

“Kita minta agar perencanaan itu dievaluasi karena banyak yang bermasalah,” kata Okti kepada Pedoman Bengkulu, belum lama ini.
Berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil Sidak ke lapangan, kata dia, banyak sekali proyek fisik yang baru dibangun sudah rusak. Seperti pembangunan dam parit di Kecamatan Ilir Talo.

“Saya pikir Wabup harus meningkatkan fungsi pengawasannya dengan turun kelapangan. Banyak sekali keluhan warga, terutama soal Dana Desa,” tegas Okti.

Dia juga meminta agar Inspektorat memaksimalkan perannya dalam pengawasan. Beberapa laporan masyarakat menyatakan, pembangunan melalui Dana Desa diduga hanya menguntungkan Kepala Desa dan perangkat desa saja.

“Contohnya di Desa Petai Kayu Kecamatan Semidang Alas dan Desa Talang Beringin Kecamatan Seluma Utara,” jelas dia.

Secara umum tambah Okti, Kades tidak transparan dalam mengelola Dana Desa. Tidak melibatkan masyarakat dalam menentukan pembangunan. Sehingga, banyak pembangunan di desa yang diprotes oleh warganya sendiri karena hanya menguntungkan sebagian pihak saja.

“Misalnya ada pembangunan jalan lingkungan atau jalan menuju perkebunan. Itu yang ada hanya kebun milik Kades dan Keluarga Kades, tidak ada manfaat untuk masyarakat banyak. Itu yang tidak boleh,” tegas Okti. [Sepriandi]