Kajian Penegakan Hukum Administrasi Pemerintahan dan Tindak Pidana Korupsi di Gedung Auditorium UNIB, Rabu (7/3).

BENGKULU, PB – Dalam rangka melaksanakan salah satu program kerjanya, Komunitas Kajian Hukum dan Komunikasi (Paralegal) Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (UNIB) menyelenggarakan talkshow dengan mengangkat tema “Kajian Penegakan Hukum Administrasi Pemerintahan dan Tindak Pidana Korupsi” di Gedung Auditorium UNIB, Rabu (7/3).

Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan aparat penegak hukum dari kepolisian dan juga kejaksaan serta didampingi praktisi hukum. Diantaranya adalah Kanit Dir Pidsus Polda Bengkulu Kompol Imam Wijayanto, Asisten Bidang Pembinaan Kejati Bengkulu Tri Ari Mulyanto dan Dosen Fakultas Hukum Dr Hamzah Hatrik dan Jonny Simamora.

Para peserta sangat antusias terhadap tema yang di usung. Terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta talkshow kepada para pembicara terkait penegakkan hukum di Bengkulu.

Kajian ini berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan

Saat ditemui Pedoman Bengkulu Dr Sirman Dahwal selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum UNIB mengatakan, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat dan perlu didukung.

“Kegiatan Paralegal kali ini mengadakan talkshow terkait penegakan hukum administrasi dan tindak pidana korupsi. Kita perlu mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa, para dosen dan juga aparatur penegak hukum,” ungkapnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Paralegal ini, diikuti oleh berbagai latar belakang peserta, mulai dari kalangan mahasiswa di lingkungan UNIB dan universitas lain di Provinsi Bengkulu. Selain itu terlihat juga beberapa LSM juga turut hadir.

“Dengan adanya kegiatan ini pastinya akan memberikan kontribusi secara teoritis tentang kejahatan tindak pidana korupsi dan hukum administrasi,” imbuhnya.

Para pengurus Paralegal Fakultas Hukum Universitas Bengkulu mengabadikan kenangan usai kajian

Ia juga menambahkan bahwa dari segi narasumber, mereka merupakan orang yang sangat tahu bagaimana perkembangan penegakkan hukum terkait dua hal tersebut di Bengkulu. Dengan ini diharapkan mahasiswa dapat mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

“Kita nanti dapat tahu sejauh mana penerapan peraturan-peraturan terkait tentang tindak pidana korupsi dan administrasi di Bengkulu, dan ini sangat bermanfaat untuk keilmuan para dosen. Sedangkan bagi aparat penegak hukum tentunya akan memberikan pandangan tentang apa kekurangan yang perlu dilengkapi untuk meningkatkan penegakan hukum secara maksimal. Selain itu untuk para mahasiswa, ini menjadi pembelajaran bagi mereka untuk mencari dan menggali ilmu terkait penegakan hukum adminsitrasi pemerintahan dan tindak pidana di Bengkulu yang tentunya mungkin tidak sama dengan teori di kelas,” pungkasnya. [Deni Dwi Cahya]