Kasi Intel Kejari Seluma, Citra Apriyadi,

SELUMA, PB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma, masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh pihak BPKP terkait pengusutan dugaan korupsi pembangunan gedung baru SMK 6 Seluma tahun anggaran 2015 lalu.

Sejauh ini, penyidik telah menjalankan rangkaian penyelidikan yang sudah dinaikkan status menjadi penyelidikan sejak akhir 2017 lalu.

“Pihak BPKP masih menghitung itu, muda-mudahan dalam waktu dekat selesai. Jika sudah diketahui jumlah kerugian negara, baru nanti bisa kita tetapkan tersangka,” kata Kasi Intel Kejari Seluma, Citra Apriyadi, Rabu (14/03/2018).

Dalam pengusutan rangakaian penyelidikan sejak tahun 2017 ini, penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 20 orang. Berapa saksi yang diperiksa diantaranya, pelaksana pekerjaan dan kepala tukang.

“Ada beberapa pihak, termasuk pelaksana pekerjaan. Tidak menutup kemungkinan akan ada pemanggilan kembali, baik itu saksi yang sudah diperiksa sebelumnya, atau saksi baru yang dibutuhkan keterangannya, ” jelas Citra.

Pembangunan gedung baru secara swakelola SMK 6 di Desa Pagar Agung Kecamatan Seluma Barat ini merupakan anggaran dari APBN sebesar Rp 1,9 miliar.

Pembangunan gedung sekolah yang baru saja dibangun ini dilaporkan oleh masyarakat yang menduga adanya dugaan pelanggaran hukum. [Sepriandi]