SELUMA, PB – Penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Seluma masih melakukan penyelidikan terkait unsur pidana dalam penyebaran informasi palsu yang dilakukan oleh remaja Kelurahan Sembayat berinisial AJ (26) melalui akun facebook pekan lalu.

Yang bersangkutan sebelumnya telah diperiksa dan diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, belum dibebaskan oleh penyidik.

“Saat ini masih penyelidikan unsur-unsur ada atau tidak yang menuju pidana,” kata Kapolres Seluma, AKBP Jeki Rahmat Mustika, melalui Paur Humas, Ipda Agus Sulistianto, Kamis (08/03/2018).

Agus menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Jika dimungkinkan membutuhkan saksi ahli. Pihaknya akan mengundang ahli untuk dimintai keterangan.

“Masih dipelajari, bila diperlukan akan memanggil saksi ahli,” tambah dia.

Sebelumnya, Remaja Kelurahan Sembayat Kecamatan Seluma Timur berinisial AJ (26) diperiksa penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Seluma karena diduga telah menyebarkan berita bohong melalui akun facebook miliknya.

Informasi didapat, peristiwa terjadi pada hari minggu tgl 04 Maret 2018 sekira pukul 02.00 WIB. Pelaku melalui akun facebook bernama Eef mengunduh gambar kecelakaan melalui Internet dan di tulis dengan kalimat “KEJADIAN DI ALAS MARAS BERSAMA ROBONGAN 86″disertai gambar kendaraan yg terlihat rusak.

Dari keterangan yang bersangkutan bahwa dia tidak ada niat untuk memojokan seseorang atau kelompok dan hanya sekedar iseng saja,dan untuk kalimat 86 yg ditulisnya, itu hanya pernah mendengarkan dari personil lalu lintas yg pernah berbicara melalui HT dengan kata-kata 86, karena pernah bergabung pada saat dinas di perhubungan sebagai tenaga honorer.

Sedangkan untuk akun facebook yg memuat gambar dan kalimat tersebut diatas saat ini sudah di hapus oleh yang bersangkutan dan yang bersangkutan meminta maaf apa bila ada pihak-pihak yg di rugikan/tersinggung atas postingan di fb tersebut.

Terhadap perbuatannya penyebar berita di akun facebook tersebut dikenakan Pasal 27 ayat 3 UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik. [Sepriandi]