Polisi menunjukkan temuan kerangka manusia di Padang Jaya

BENGKULU UTARA, PB – Peristiwa penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia di Sungai Air Kotok Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara 20 Januari 2018 lalu akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Bengkulu Utara, Jumat (9/3).

Ternyata, tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan oleh Wario (58) warga Desa Tanah Tinggi Kecamatan Padang Jaya tersebut adalah tulang belulang korban pembunuhan yang terjadi Oktober 2017 lalu.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP Jufri menjelaskan, dari hasil penyelidikan anggota Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara menyatakan jika tengkorak kepala dan tulang benulang tersebut adalah Lilik Rahayu, Warga Desa Tanah Tinggi.

Korban diduga kuat dibunuh oleh NG (47) yang tidak lain adalah suaminya sendiri.

“Untuk saat ini, NG sendiri telah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas kita secara Intensif di Mapolres,” ujar Jufri.

Identifikasi kerangka manusia yang ditemukan di Padang Jaya

Diduga kuat, NG melakukan aksi kejinya lantaran motif sakit hati karena saat itu korban yang masih berstatus sah sebagai istrinya diketahui telah menikah siri dengan pria lain berinisial AN.

“Kuat dugaan, motif inilah yang membuat pelaku nekat membunuh Korban. Tetapi, kita masih melakukan pendalamam terhadap pelaku,” ujar Jufri.

Kronologisnya, sambung Jufri, bermula saat Korban pulang kerumah menemui Pelaku Jumat malam 6 Oktober 2017 lalu. Saat itu, Korban kemudian berbincang dengan pelaku meminta uang sebesar Rp1 Juta untuk biaya pengurusan surat cerai di Pengadilan Agama (PA) setempat. Namun permintaan korban tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pelaku. Sehingga terjadi pertengkaran hebat antara keduanya.

Selanjutnya, sekitar pukul 22.00 WIB, Korban pergi kebagian belakang rumah bermaksud ingin buang air kecil. Niat korban diketahui oleh pelaku yang secara diam – diam mengikuti Korban. Saat itulah, Korban yang tengah berjongkok dipukul kepala bagian belakangnya oleh Pelaku menggunakan batu. Tak pelak, hantaman batu yang kuat membuat korban tersungkur. Pelaku yang gelap mata lalu mencekik leher korban dari arah depan hingga Korban tewas tak bernyawa.

Suami korban (NG) diduga kuat pelaku pembunuhan

“Mengetahui Korban sudah tak bernyawa, pelaku meninggalkan Korban begitu saja di belakang rumahnya hingga keesokan harinya, pelaku kembali mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa jenajah korban dengan cara dibopong berjalan kaki menuju Sungai Air Kotok dengan maksud untuk menghilangkan jejak. Setiba di lokasi, pelaku mengikat korban dengan menggunakan tali tambang yang sudah dibawa dari rumah. Korban diikat dengan tali, kemudian tali tersebut diikat pada sebatang kayu agar pada saat banjir tubuh korban tenggelam,” ujar Jufri.

Ditambahkan Jufri, saat ini pihaknya masih akan melakukan olah TKP untuk mencari sejumlah alat bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi.

“Pelaku sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Jufri. [Evi Kusnandar]