Penyampaian nota pengantar Raperda Magrib mengaji dari pihak Eksekutif ke Legislatif, Senin (5/3/2018)

BENGKULU, PB – Terhitung mulai Senin (5/3), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara bakal segera membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang maghrib mengaji. Ini ditandai dengan dilaksanakannya sidang paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar Raperda Magrib mengaji dari pihak Eksekutif ke Legislatif bersamaan dengan Raperda pembangunan industri ditahun 2018 hingga tahun 2028 dan Raperda perubahan kedua atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2015 tentang pemilihan kepala desa.

Pantauan Pedoman Bengkulu, tampak hadir dalam paripurna yang digelar di lantai 2 gedung DPRD BU ini diantaranya 23 Anggota DPRD BU, Kapolres BU, AKBP Ariefaldi Warganegara, Dandim 0423 BU, Letkol Arh Ari Trisenta, Perwakilan Kejaksaan Negeri Argamakmur dan seluruh kepala OPD Dilingkungan Pemerintah Bengkulu Utara.

Sidang paripurna sedang berlanjung, Senin (5/3/3018)

Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata dalam penyampaiannya menegaskan, jika diawal tahun 2018 ini, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara menyampaikan sebanyak tiga raperda untuk dibahas dengan pihak DPRD BU. “Kami menyampaikan tiga Raperda untuk dibahas oleh DPRD pada awal tahun 2018 ini. Diantaranya yang pertama Raperda pembangunan industri di Kabupaten Bengkulu Utara untuk tahun 2018 hingga tahun 2028, Kedua raperda Maghrib Mengaji, dan terakhir Raperda perubahan kedua atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2015 tentang pemilihan kepala desa,” ungkap Wabup.

Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia

Selain itu, Wabup mengatakan bahwa Raperda Magrib mengaji tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam rangka mengantisipasi kerusakan moral terutama para generasi muda Kabupaten Bengkulu Utara. “Kita lihat penduduk di Kabupaten Bengkulu Utara ini mayoritas menganut agama Islam. Maka dari itu, program Maghrib mengaji ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untum menamamkan moral taat beragama,” tutup Wabup. [Adv/Evi Kusnandar]