Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rejang Lebong, Hanapi

REJANG LEBONG, PB – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong terus berupaya melakukan pembenahan dalam sisi penyajian sistematika ujian nasional, agar seluruh sekolah di Rejang Lebong dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2019.

Tahun ini, baru 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 8 Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang melaksanakan UNBK. Sementara 44 SMP masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Hal ini tentunya menjadi perhatian serius pihak Dinas Dikbud Rejang Lebong. Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rejang Lebong, Hanapi yang ditemui Pedoman Bengkulu diruang kerjanya menyampaikan harapan pada tahun 2019 mendatang, tak ada lagi sekolah yang melaksanakan UNKP dan seluruhnya harus sudah melaksanakan UNBK.

“Mudah-mudahan tahun depan, seluruh sekolah sudah bisa melaksanakan ujian nasional dengan UNBK tak ada lagi yang UNKP,” ungkap Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rejang Lebong Hanapi, Kamis (29/03/2018).

Harapan ini tentunya juga dengan kerja nyata Dinas Dikbud Rejang Lebong dengan pengusulan bantuan ke pemerintah pusat untuk pengadaan perangkat keras komputer dan jaringan untuk menunjang terlaksananya UNBK di tingkat SMP.

“Usulan kepusat sudah kita kirimkan untuk pengadaan komputer di 20an sekolah, agar ujian UNBK bisa terlaksana, dan tak perlu lagi UNKP,” tambahnya.

Disamping itu, alokasi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 juga bakal di manfaatkan untuk 20-an sekolah lainnya diluar pengajuan pengadaan komputer ke pusat.

“Dak tahun 2019 juga bakal kita pakai untuk pembeliaan unit komputer, untuk sekolah yang belum masuk pengajuan kepusat,” pungkasnya. [Benny Septiadi]