PADA hari ini, Rabu (21/03/2018) Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menggelar kuliah umum dengan tema “Era Baru Program KKBPK dalam Rangka Memanfaatkan Bonus Demografi Menyongsong Indonesia Emas 2045” di aula lantai 3 Kampus Unihaz Bengkulu.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Unihaz Bengkulu Dr Ir Yulfiperius MSi, dihadiri oleh Sekretaris Utama BKKBN, H Nofrijal SP MA, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Busmar Edisyaf SP MM, para Wakil Rektor dan Dekan serta para Mahasiswa Unihaz Bengkulu yang berjumlah 250 orang.

Pemateri tampak memberikan pemaparan dalam kuliah umum ini

Sementara itu, H Nofrijal SP MA selaku narasumber dalam kuliah umum ini menyampaikan bahwa BKKBN Provinsi Bengkulu saat ini terus menggalakkan program pembinaan generasi emas. Diantaranya program era baru program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga menyongsong bonus demografi dan Indonesia emas tahun 2045.

Remaja saat ini akan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, akan berusia 35-54 tahun. Generasi ini akan berada pada usia produktif sehingga secara pasti akan mewarnai dan menjadi nahkoda bangsa.

“Generasi emas ini diharapkan menjadi generasi yang cerdas komprehensif yakni produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul,” bebernya.

Rektor Unihaz Bengkulu Dr Ir Yulfiperius MSi ketika memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara

Dikatakan Nofrijal lagi, generasi emas disemai melalui pembangunan karakter dalam pembangunan keluarga yang menggunakan pendekatan siklus kehidupan.

“Karena itu, membina remaja adalah investasi yang luar biasa penting,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam kuliah umum ini membahas tentang permasalahan bonus demografi.

“Bonus demografi adalah suatu bonus yang diberikan kepada suatu wilayah dimana usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non produktif. Usia itu diukur dari usia 15-65 tahun,” ujarnya.

Penandatangan kerjasama antara Unihaz Bengkulu dengan BKKBN Provinsi Bengkulu

Dikatakan Busmar Edisyaf, untuk Provinsi Bengkulu sendiri Bonus Demografi diperkirakan akan didapatkan di sekitar tahun 2020-2035.

“Caranya adalah bagaimana konsep keluarga kecil itu bisa dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Kita akan menuju kearah sana,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Pedoman Bengkulu, sebelum dimulainya pelaksanaan kuliah umum ini diawali dengan penandatangan kerjasama antara Unihaz Bengkulu dengan BKKBN dan saling bertukar cinderamata. [Nurhas Bunaida]

Penyerahan cendera mata