Kapal Lanal Bengkulu yang membawa korban bersama kapal nelayan trawl saat tiba di Pulau Baai usai dijemput, Kamis (1/3/2018).

Ini Kronologis Aksi Pemicu Pertikaian Nelayan Trawl Dan Nelayan Tradisional

BENGKULU, PB – Pemicu kericuhan yang sempat terjadi di Kampung Nelayan Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara, Kamis (1/3) mulai terungkap. Ternyata, sikap siaga angkat senjata yang dilakukan nelayan Tradisional Malabero itu dipicu oleh aksi nekat nelayan tradisional Pasar Palik yang nekat mengamankan alat tangkap trawl sepanjang 20 meter milik kapal nelayan trawl Pulau Baai di perairan laut lais berjarak 1 mil dari pantai, sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (1/3).

Infonya, dalam aksi penangkapan alat trawl oleh nelayan tradisional itu sempat terjadi baku hantam antara kedua nelayan mengekibatkan satu nelayan Trawl bernama Sukri alias Cundu (32), warga Kampung Sejahtera kecamatan Kampung Melayu Pulau Baai beserta salah satu rekannya terluka dibagian kepala terkena lemparan batu saat mencoba menghindari kawanan nelayan tradisional dilaut lepas.

Data terhimpun Pedoman Bengkulu, pasca peristiwa tersebut Korban beserta rekannya yang berhasil melarikan diri diketahui oleh nelayan trawl lainnya. Tak pelak, puluhan nelayan trawl menggunakan 6 unit kapal berangkat menyusul ke lautan dengan niat menjemput Korban.

Suasana di Kampung Sejahtera Kecamatan Kampung Melayu Pulau Baai pasca penyerangan nelayan

Namun, ditengah perjalanan, Polisi Air Udara (Polairud) beserta Lanal Bengkulu menyusul para nelayan sembari mengontrol situasi agar tidak terjadi bentrok antara kedua belah pihak di tengah laut perairan lepas.

Upaya tersebut berhasil, para nelayan berhasil disusul dan diminta pulang saat berada di kawasan Pulau Tikus. Korban dijemput pulang menggunakan kapal Lanal Bengkulu dan tiba di pelabuhan pulau Baai sekitar pukul 18.30 WIB.

“Saya dapat telpon dari salah satu teman saya yang mengatakan jika suami saya terluka. Saya langsung menghubungi suami saya yang telah 4 hari pergi melaut tersebut untuk memastikan. Ternyata informasi itu benar. Bahkan, selain suami saya, ada satu rekannya yang juga terluka saat menghindar bersama suami saya,” ujar Ratih (35) yang tidak lain adalah istri korban.

Pantauan Pedoman Bengkulu, saat kapal angkata Laut Lanal Bengkulu tiba, akses masuk ke pelabuhan ditutup total. Setiba dipelabuhan, korban langsung dibawa oleh aparat hukum ke Rumah Sakit untuk melakukan pengobatan atas luka dibagian kepala.

Korban nelayan yang terluka

Sementara itu, selain kapal Lanal Bengkulu, juga tampak sekitar 8 kapal trawl yang sebelumnya berangkat juga ikut pulang ke pelabuhan pulau Baai.

Di bagian lain, barang bukti alat trawl sepanjang 20 meter yang sempat diamankan oleh nelayan Tradisional pasar palik saat ini sudah diamankan pihak kepolisian. [Ifan Salianto]