Senator Bengkulu, Ahmad Kanedi

SELUMA, PB- Anggota DPD RI (Senator) Dapil Bengkulu Ahmad Kanedi atau Bang Ken meminta agar besaran Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) untuk Aparatur Sipil Negera (ASN) Seluma ditinjau ulang. Menurutnya, besaran TPP harus sesuai dengan rasa keadilan.

“Perlu dievaluasi sesuai rasa keadilan. Negeri ini tertinggal dan termiskin, Jangan sampai ada kesenjangan,” kata Dia usai menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Seluma tahun 2019 di Aula Bappeda Seluma, Rabu (28/03/2018).

Dia menilai, pemerintah Daerah Seluma harus mempertimbangkan sisi ekonomi masyarakat. Dan harus berkaca dengan Daerah lain.

“Jangan sampai nanti kita berpoya-poya, kesannya bagi-bagi begitu saja, sementara masyarakat kita miskin,” tambahnya.

Bang Ken menilai, rata-rata Kepala Dinas di seluma belum bekerja secara maksimal. Bahkan terkesan menerima apa adanya.

“Ini Jadwal pulang jam 5 jam 3 sudah balik. Kalau kita miskin ini harusnya pulang jam 10 malam. Kinerja itu perlu ditinjau lagi,” tandasnya.

Dia menyarankan agar Bupati Seluma membuat program yang lebih target karena Kabupaten Seluma miskin. Penyebabnya menurut Bangken, karena kurang giat bekerja.

“Jangan hanya puas sebatas ini,” tutupnya.

Terpisah, Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin merasa kecewa karena pihak Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Seluma, membekukan seluruh anggaran ke DPRD Seluma. Karena alasan Kas Daerah sedang kosong.

“Sebagai bentuk perlawanan yang tidak lazim, dikarenakan DPRD melakukan fungsi pengawasan terhdap TPP, BPKD seluma membekukan seluruh anggaran DPRD dan menurut bupati kas daerah lagi kosong. Benarkah kas daerah kosong, kalau memang kosong ini pelanggaran,” kata Husni melalui pesan WhatsApp.

Husni menegaskan, pihaknya akan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pekan depan. Karena anggaran untuk DPRD dibekukan, termasuk reses, dana rutin dan anggaran perjalanan dinas. [Sepriandi]