REJANG LEBONG, PB – Menindak lanjuti hasil rapat penegasan batas daerah Kabupaten Rejang Lebong dan kabupaten Kepahiang di Bengkulu pada Desember lalu, Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) Provinsi Bengkulu bersama dengan TPBD Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang melakukan survei dan penelusuran bersama titik kartometrik draft Permendagri di Kelurahan Tempelrejo Kecamatan Curup Selatan dan Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang pada Jum’at (02/03/2018) lalu.

Ketua TPBD Provinsi Bengkulu, Edi Junaidi mengatakan, pelaksanaan survey ini bertujuan untuk menentukan serta menegaskan titik perbatasan antara Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. Mengingat sampai saat ini, kedua Kabupaten belum menemukan kesepakatan terkait tapal batas wilayah.

“Tujuannya untuk menindak lanjuti hasil rapat kemarin, dan juga untuk menegaskan serta menunjuk betul-betul titik perbatasan. Sekarang kan lagi dalam tahap penyusunan Permendagri, supaya berjalan lancar, maka kita libatkan ke dua belah pihak,” ujar Edi saat diwawancarai usai melaksanakan pengecekan tapal batas daerah.

Sampai saat ini, lanjut Edi, baik di wilayah Kabupaten Rejang Lebong maupun di wilayah Kabupaten Kepahiang, belum memiliki tanda, seperti patok/tapal batas.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Rejang Lebong Pranoto Majid menjelaskan, bahwa sampai saat ini permasalahan tapal batas sedang dalam tahap pelacakan dan penyesuaian garis peta.

Masalah tapal batas tersebut seluruhnya diserahkan kepada pihak Provinsi Bengkulu, yang penting Kepahiang dan Rejang Lebong sama sama tidak ada yang dirugikan.

Sedangkan untuk masyarakat yang berada diarea tersebut seluruhnya diserahkan kepada aturan, selagi tidak menabrak aturan akan diakomodir, jangan sampai masyarakat tersakiti dan terombang ambing dengan ketidak jelasan, yang pasti tetap kita serahkan pada aturan yang ada.

“Sampai saat ini kita masih menunggu undangan dari Provinsi, karena kegiatan tersebut merupakan agenda dari Provinsi, bagaimana tindak lanjutnya dari hasil pelacakan tersebut kita tunggu saja,” tutup Pranoto yang ditemui diruang kerjanya, Senin (05/03/2018). [Benny Septiadi]